Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan Data dan Verifikasi Lapangan, Kunci Jalannya ESG Sektor Batu Bara

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Penguatan Data dan Verifikasi Lapangan, Kunci Jalannya ESG Sektor Batu Bara Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor batu bara perlu dipantau secara menyeluruh; tidak hanya dari sisi emisi operasional perusahaan, tetapi juga rantai pasok hingga dampak penggunaan energi di hilir.

Hal ini mengemuka dalam Media Workshop & Kolaborasi Liputan yang digelar oleh Yayasan Bicara Data Indonesia (YBDI) dan Katadata Green bertajuk Mengawal ESG dan Transisi Energi di Sektor Pertambangan di Jakarta, Rabu (13/5).

“Sering kali perusahaan hanya melihat emisi langsung atau listriknya saja. Padahal kita juga harus melihat emisi dari transportasi, limbah B3, hingga bagaimana batu bara itu digunakan di pembangkit,” kata Ahli Life Cycle Expert Panel KESGI, Jessica Hanafi dalam keterangan terulisnya, kemarin.

Jessica menjelaskan, pendekatan dekarbonisasi sektor batu bara harus mempertimbangkan seluruh siklus hidup industri, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga dampak setelah energi digunakan. Karena itu, perusahaan dinilai perlu memiliki sistem pengelolaan data dan monitoring yang kuat agar target pengurangan emisi dapat diukur secara kredibel.

Selain aspek lingkungan, Jessica menilai dimensi sosial juga menjadi tantangan penting dalam implementasi ESG sektor pertambangan. Menurut dia, isu kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar tambang masih belum banyak mendapat perhatian dalam laporan keberlanjutan perusahaan.

“Kecelakaan kerja mungkin sudah mulai ditekan, tapi isu seperti gangguan pernapasan akibat paparan debu tambang masih jarang dibahas secara serius dalam laporan ESG,” katanya.

Jessica juga mengingatkan bahwa agenda transisi energi perlu mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi terhadap pekerja dan masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan.

“Kita juga harus memikirkan apa yang terjadi terhadap pekerja dan masyarakat sekitar tambang ketika transisi berlangsung. Jangan sampai wilayah tambang menjadi kota mati ketika industri berhenti,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif The PRAKARSA, Victoria Fanggidae, menilai tantangan utama implementasi ESG di Indonesia masih terletak pada kesenjangan antara komitmen perusahaan dan kondisi di lapangan.

“ESG yang baik itu bisa diukur, diverifikasi, dan dirasakan. Kalau tidak ada semuanya, ya itu hanya narasi,” ujar Victoria.

Menurut dia, masyarakat sipil memiliki peran penting untuk memverifikasi berbagai klaim ESG perusahaan, terutama terkait dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan masyarakat sekitar tambang. 

Victoria menambahkan, jurnalis perlu melihat lebih jauh dari sekadar laporan keberlanjutan perusahaan dengan melakukan verifikasi lapangan dan memeriksa data independen. 

“Jurnalis penting untuk mengecek apakah mekanisme keluhan benar-benar berjalan, apakah dampak kesehatan atau sosialnya

benar-benar dipantau,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.