Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hantavirus Diperangi dengan Menjaga Lingkungan Tetap Bersih

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 07:01 WIB | Oleh:
Hantavirus Diperangi dengan Menjaga Lingkungan Tetap Bersih Doc: ist
Ket. melawan hantavirus

AMBON – Untuk mengatasi hantavirus, masyarakat Ambon diajak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga sanitasi lingkungan guna mencegah risiko penyebaran Hantavirus.

"Kami mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran virus tersebut," kata Kepala Dinkes Kota Ambon Johan Stevanus Norimarna, di Ambon, Rabu.

Dia mengatakan, Dinkes Kota Ambon memastikan hingga kini belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah setempat. Kendati demikian, kewaspadaan terhadap penyebaran virus tetap ditingkatkan.

Dinas Kesehatan Kota Ambon, kata dia, menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas untuk siaga mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut.

“Prinsipnya kami tetap waspada. Seluruh dokter dan tenaga medis di rumah sakit maupun puskesmas telah kami instruksikan untuk siap siaga. Kami juga meneruskan edaran dari kementerian ke seluruh fasilitas kesehatan sebagai panduan pencegahan dan penanganan,” ujarnya.

Menurut Johan, seluruh tenaga medis di fasilitas kesehatan diminta mampu mengenali tanda dan gejala yang dialami pasien sehingga langkah antisipasi dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Jadi harus siap dan siaga perhatikan gejalanya apa yang dialami pasien, sehingga bisa ditangani dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan Hantavirus merupakan virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, sehingga menjaga kebersihan hunian menjadi sangat krusial.

Virus tersebut, kata dia, dapat menyebabkan dua sindrom utama yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru serta Hemorrhagic Fever Renal Syndrome (HFRS) yang berdampak pada ginjal.

Gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot yang muncul satu hingga delapan minggu setelah paparan. Dalam kondisi berat, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi sesak napas hingga gagal ginjal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.