Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Ingin Bahasa Lokal Punah, Papua Tengah Wajibkan Hari Bahasa Daerah di Sekolah

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 17:53 WIB | Oleh:
Tak Ingin Bahasa Lokal Punah, Papua Tengah Wajibkan Hari Bahasa Daerah di Sekolah Doc: Antara Foto
Ket. Kabid Kebudayaan Disdikbud Papua Tengah Deni Tenouye

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan hari penggunaan bahasa daerah di sekolah sebagai upaya memperkuat identitas budaya dan melestarikan kekayaan bahasa lokal di kalangan generasi muda.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Deni Tenouye di Nabire, Rabu, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Provinsi Papua Tengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah.

“Pemprov Papua Tengah telah menetapkan setiap hari Kamis sebagai hari penggunaan bahasa daerah di sekolah, disertai penggunaan tas tradisional khas Papua (noken) sebagai simbol identitas budaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan kebijakan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa daerah serta mendorong siswa mengenal dan menggunakan bahasa dari suku masing-masing.

Menurut Deni, keberadaan perda tersebut memberikan ruang untuk melakukan berbagai inovasi dalam pelestarian bahasa dan sastra daerah, termasuk mendorong interaksi lintas suku di lingkungan pendidikan.

“Melalui penggunaan bahasa daerah di sekolah, para siswa tidak hanya menggunakan bahasa sendiri, tetapi juga dapat saling mengenal bahasa dari suku lain,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan dari kebijakan tersebut antara lain menjaga dan memelihara kelestarian bahasa dan sastra daerah sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Papua Tengah.

Selain itu, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat fungsi bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional serta sarana pembentukan karakter dan budi pekerti.

Deni mengatakan sosialisasi kebijakan tersebut ke berbagai kelompok masyarakat, termasuk gereja, sekolah, dan komunitas adat akan terus dilakukan.

“Sosialisasi ini menyasar semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, agar implementasi kebijakan berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah mendorong dinas pendidikan kabupaten dan kota untuk menyusun modul muatan lokal yang mengangkat bahasa daerah sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran.

Dengan langkah tersebut, diharapkan keberagaman bahasa dan budaya di Papua Tengah semakin terjaga serta menjadi bagian dari penguatan identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.