Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Berpotensi Tertekan Seiring Sentimen MSCI hingga Rupiah

9 Rabu, 13 Mei 2026, 10:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Berpotensi Tertekan Seiring Sentimen MSCI hingga Rupiah IHSG Berpotensi Tertekan Seiring Sentimen MSCI hingga Rupiah Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu pagi, dibuka melemah 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94 di tengah tekanan sentimen global dan domestik.

Dalam analisanya di Jakarta, Rabu (13/5), Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai pelemahan IHSG dipicu kombinasi keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), pelemahan rupiah, serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana diketahui, MSCI resmi mengumumkan hasil rebalancing Mei 2026.

MSCI mendepak enam saham Indonesia keluar dari indeks MSCI Global Standard Index, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Sementara pada MSCI Small Cap Index, MSCI memasukkan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke dalam indeks small cap.

Selain itu, sebanyak 13 saham RI lainnya juga keluar dari MSCI Small Cap Index, sehingga total terdapat 18 saham Indonesia yang keluar dari seluruh kategori indeks MSCI.

Menurut Liza, keputusan MSCI meningkatkan risiko arus keluar dana asing (foreign outflow) lanjutan dari pasar saham domestik dan memperburuk sentimen investor terhadap IHSG.

"Keputusan ini memperbesar risiko foreign outflow lanjutan dari pasar saham domestik dan semakin menekan sentimen IHSG di tengah pelemahan rupiah yang telah menembus level psikologis Rp17.500 per dollar AS," kata Liza.

Selain itu, faktor pelemahan rupiah yang sudah menembus Rp17.515 per dollar AS turut menjadi katalis tekanan pasar.

Di sisi global, dollar AS menguat dan mencatat performa harian terbaik dalam hampir dua pekan terakhir setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan di atas ekspektasi pasar.

Data Consumer Price Index (CPI) AS April tercatat naik 0,6 persen secara bulanan dan 3,8 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar sebesar 3,7 persen secara tahunan.

Sementara Core CPI naik 0,4 persen secara bulanan dan 2,8 persen secara tahunan, juga melampaui proyeksi pasar.

Kondisi tersebut memicu ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS (The Fed) berpotensi kembali menaikkan suku bunga acuan.

Pelaku pasar juga mencermati dinamika transisi kepemimpinan The Fed setelah Senat AS mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai anggota Board of Governors The Fed melalui voting 51-45.

"Voting untuk posisi chairman diperkirakan berlangsung pekan ini menggantikan Jerome Powell. Mayoritas Demokrat menolak Warsh karena khawatir independensi bank sentral akan terganggu, meskipun Warsh menegaskan dirinya akan tetap independen," jelas Liza.

Lebih lanjut, perhatian pasar tertuju pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, di China, pekan ini yang diperkirakan membahas isu Iran, perdagangan, dan hubungan kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Daerah
Malam Ini Hujan Abu Vulkani...
Ekonomi
Validitas Data Pertumbuhan ...
Olahraga
Napoli Memutus Rentetan Kem...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.