Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Ramah Lingkungan, Pemprov DKI Ingatkan Bahaya Plastik Hitam untuk Kurban.

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 11:59 WIB | Oleh:
Tak Ramah Lingkungan, Pemprov DKI Ingatkan Bahaya Plastik Hitam untuk Kurban. Doc: Antara Foto
Ket. Arsip Foto - Distribusi daging kurban Idul Adha di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan menggunakan wadah ramah lingkungan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau warga atau penyelenggara pemotongan hewan kurban agar tidak menggunakan plastik sekali pakai, khususnya yang berwarna hitam untuk membungkus hewan kurban karena tidak ramah lingkungan.

"Jangan menggunakan kantong plastik sekali pakai, khususnya plastik hitam. Masih banyak yang menggunakan karton plastik untuk menjadi wadah daging-daging kurban, yang akhirnya menjadi timbulan sampah," kata Ketua Subkelompok Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta RM Aldin Praka dalam acara daring di Jakarta, Selasa.

Alih-alih plastik, wadah yang disarankan, antara lain besek bambu (anyaman), daun pisang, atau wadah makanan guna ulang yang dapat dibawa sendiri oleh penerima hewan kurban.

"Jadi, lebih baiknya menggunakan wadah anyaman yang memang sudah disosialisasikan dari tahun kemarin, atau lebih baik menggunakan wadah sendiri untuk mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan," tutur Aldin.

Lebih lanjut, dia juga meminta kepada panitia penyelenggara pemotongan hewan kurban untuk mensosialisasikan wadah ramah lingkungan kepada penerima hewan kurban.

Imbauan tersebut masih sama seperti yang disuarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dua tahun yang lalu, yakni melalui prinsip Eco Qurban dalam pelaksanaan ibadah kurban Idul Adha.

Eco Qurban merupakan praktik penyelenggaraan pemotongan hewan kurban yang berprinsip pada perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan on-site atau di lokasi pemotongan guna meminimalisir pencemaran lingkungan.

Salah satu yang diatur, yakni penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk pembagian daging, seperti besek bambu, daun pisang, atau wadah makanan guna ulang pribadi daripada plastik sekali pakai. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.