Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maraknya Ikan Sapu-sapu Dinilai Jadi Indikator Kuat Kerusakan Ekosistem Sungai di Jakarta

8 Senin, 11 Mei 2026, 13:45 WIB | Oleh:
 Maraknya Ikan Sapu-sapu Dinilai Jadi Indikator Kuat Kerusakan Ekosistem Sungai di Jakarta  Maraknya Ikan Sapu-sapu Dinilai Jadi Indikator Kuat Kerusakan Ekosistem Sungai di Jakarta Doc: antara foto
Ket. Penangkapan ikan sapu sapu di Jakarta Timur.

JAKARTA - Wakil Wali Kota Jakarta Timur (Jaktim) Kusmanto menilai maraknya ikan sapu-sapu di sungai-sungai yang berada di Jakarta menjadi indikator kuat akan kerusakan serius ekosistem perairan ibu kota.

"Ikan sapu-sapu ini sangat kuat terhadap pencemaran dan bahan kimia. Akhirnya, dia berkembang biak dan merusak ekosistem sungai," kata Kusmanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (11/5).

Menurut dia, keberadaan ikan sapu-sapu menandakan tingkat pencemaran sungai yang semakin mengkhawatirkan akibat aktivitas manusia dan rendahnya kesadaran menjaga lingkungan.

Dia membandingkan kondisi sungai Jakarta masa kini dengan era 1960 hingga 1980-an yang dinilainya masih memiliki kualitas lingkungan yang baik.

Kusmanto pun mengaku pernah merasakan langsung kondisi sungai Jakarta yang masih bersih saat ia kecil. Dia bahkan pernah mandi dan bermain di aliran kali di kawasan Jakarta Selatan yang saat itu masih dipenuhi ikan-ikan lokal khas Betawi.

Namun seiring perkembangan pembangunan, pertumbuhan penduduk, serta meningkatnya pencemaran, kondisi sungai berubah drastis.

Banyak limbah rumah tangga dan bahan kimia masuk ke aliran sungai, ditambah perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Menurut Kusmanto, persoalan semakin kompleks karena banyak saluran limbah rumah tangga dan tinja yang bermuara langsung ke sungai. Akibatnya, kualitas air menurun dan hanya spesies tertentu yang mampu bertahan hidup.

Awalnya, kata dia, ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan hias pembersih akuarium yang populer pada era 1990-an. Namun karena dibuang ke sungai, ikan itu berkembang biak secara liar.

Kusmanto menyebutkan dominasi ikan sapu-sapu menyebabkan berbagai ikan lokal, seperti gabus, sepat, tawes, betok, serta betik semakin sulit ditemukan, bahkan nyaris punah di perairan Jakarta.

Dia mencontohkan kegiatan penangkapan ikan di Sungai Ciliwung bersama influencer dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin yang justru didominasi hasil tangkapan ikan sapu-sapu.

"Harusnya dapat ikan lokal, tapi yang didapat malah sapu-sapu semua. Ini menurut saya sudah darurat," ucap Kusmanto.

Jika tidak segera ditangani, sambung dia, maka bukan tidak mungkin akan muncul spesies lain yang lebih tahan terhadap pencemaran dan semakin merusak ekosistem.

Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat agar mengubah pola pandang terhadap sungai dengan menjadikannya sebagai halaman depan rumah yang wajib dijaga, bukan lagi tempat membuang sampah dan limbah.

Kusmanto juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui literasi ekologis sehingga masyarakat mampu memahami tanda-tanda kerusakan lingkungan sejak dini.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat sebanyak 68.880 ekor ikan sapu-sapu telah ditangkap dalam kegiatan penangkapan serentak di lima wilayah pada 17 April 2026. Total hasil tangkapan ikan sapu-sapu tersebut mencapai 6.979,5 kilogram (kg) atau setara 6,98 ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.