Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Punya Sumber Air Sendiri, Kota Malang Perlu Gerakan Sumur Injeksi Hadapi Ancaman El Nino,

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 14:45 WIB | Oleh:
Tak Punya Sumber Air Sendiri, Kota Malang Perlu Gerakan Sumur Injeksi Hadapi Ancaman El Nino, Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi AI. Menurut Ery, jika membandingkan krisis energi BBM, tentu krisis ketersediaan air akan lebih berbahaya.

MALANG - Di tengah peringatan terjadi El Nino ekstrem pertengahan tahun ini, Kota Malang menghadapi persoalan karena tidak memiliki sumber air sendiri. Selama ini kebutuhan air bergantung pada pasokan sumber air dari Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Dosen prodi Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Ery Suhartanto, menyampaikan “Godzilla El Nino” sebenarnya bukan istilah ilmiah. Melainkan istilah populer untuk menggambarkan El Niño yang sangat kuat seperti pada 2015–2016. Namun menurutnya, saat ini yang lebih penting adalah terkait mitigasi menghadapi dampak kekeringan karena fenomena tersebut.

“Mitigasi tidak bisa dilakukan saat krisis sudah terjadi. Justru harus dilakukan sejak awal, bahkan sebelum tanda-tanda kekeringan muncul,” ujarnya.

Bagi Kota Malang yang tidak memiliki sumber mata air, fenomena ini bisa membawa dampak yang lebih besar dibanding Kota Batu dan Kabupaten Malang. Karena dua wilayah tetangganya memiliki sumber mata air sendiri.

“Kalau terjadi gangguan distribusi, Kota Malang akan sangat rentan karena tidak punya sumber air sendiri (Water Scarcity),” ungkapnya.

Selain itu, penggunaan air tanah secara berlebihan juga dapat menimbulkan dampak jangka panjang. Air tanah membutuhkan waktu lama untuk pulih, sehingga eksploitasi yang tidak terkendali dapat menyebabkan penurunan muka tanah.

Ia menjelaskan bahwa kekeringan terjadi secara bertahap, dimulai dari kekeringan meteorologis akibat penurunan curah hujan, kemudian berkembang menjadi kekeringan hidrologis ketika ketersediaan air di sungai, waduk, danau dan sumur mulai berkurang.

“Yang harus dicegah itu jangan sampai masuk ke kekeringan hidrologis, ketika air di sungai, waduk, danau dan sumur mulai habis,” katanya.

Karena itu, menurutnya, langkah mitigasi harus mulai dilakukan sejak musim hujan, bukan ketika kekeringan sudah terjadi.

Ia menyampaikan salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah menerapkan konsep “Gerakan Menabung Air (GEMAR)”, yang dideklarasikan guru besar Teknik Pengairan sekaligus mantan Rektor UB M. Bisri,  tahun 2014 di RW-23 Glintung. 

Langkah itu yakni menyimpan air saat musim hujan untuk digunakan pada musim kemarau.

Upaya ini dapat dilakukan melalui pembangunan sumur injeksi (Injection Well) dengan tujuan Pengisian Kembali Akuifer (Aquifer Recharge) untuk menyimpan air di akuifer (Aquifer Storage and Recovery).

“Air hujan dimasukkan ke dalam tanah untuk menjaga cadangan air. Ini cara sederhana tapi efektif untuk kawasan perkotaan padat pemukiman,” jelasnya.

Penerapan sumur injeksi yang diinisiasi ini merupakan Hak Paten Bisri. Salah satu kawasan yang telah menerapkan teknologi ini yakni kawasan RW-23 Glintung, Kota Malang. Program GEMAR tersebut dikembangkan sejak 2014 sampai sekarang dan terbukti mampu menjaga ketersediaan air, bahkan saat musim kemarau panjang dan mengurangi banjir di musim hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
Menag Apresiasi Dompet Dhua...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.