- Home
-
- Megapolitan
-
- Polusi Jakarta Tak Kunjung...
Polusi Jakarta Tak Kunjung Usai, DPRD DKI Tagih Janji Trotoar Steril dan Nyaman
Minggu, 10 Mei 2026, 16:20 WIBJAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembalikan fungsi trotoar di seluruh wilayah ibu kota. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pengendalian polusi udara sekaligus memperkuat budaya berjalan kaki menuju transportasi umum.
Wibi menilai persoalan trotoar tidak hanya berkaitan dengan keindahan tata kota. Menurut dia, trotoar merupakan infrastruktur dasar yang harus diprioritaskan jika pemerintah serius ingin mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi.
"Jika kita berbicara polusi udara, kita juga harus berbicara hal yang paling dasar, yaitu bagaimana cara menguranginya," ujar Wibi dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan pengurangan emisi kendaraan harus dibarengi dengan akses pejalan kaki yang aman dan nyaman. Tanpa trotoar yang layak, masyarakat akan tetap bergantung pada kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.
Wibi menyoroti masih banyak trotoar di Jakarta yang belum steril dari parkir liar hingga aktivitas pedagang. Kondisi tersebut dinilai membuat masyarakat kesulitan berjalan kaki menuju fasilitas transportasi publik.
"Bagaimana masyarakat mau ke halte atau ke MRT kalau berjalan kaki saja hari ini sudah susah karena trotoar tidak steril," katanya.
Menurut Wibi, konektivitas menuju halte bus, stasiun kereta, hingga kawasan berbasis transit atau transit oriented development (TOD) harus diperkuat. Trotoar yang layak disebut menjadi salah satu elemen penting dalam sistem transportasi modern.
Ia menilai penataan pedestrian di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, bisa menjadi contoh pengembangan fasilitas pejalan kaki di ibu kota. Kawasan tersebut saat ini juga mulai difungsikan sebagai lokasi baru Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menggelar HBKB atau car free day di Jalan H.R. Rasuna Said pada Minggu (10/5). Program itu disebut sebagai upaya memperluas ruang publik yang lebih ramah lingkungan bagi masyarakat.
Wibi meminta agar penataan trotoar seperti di Rasuna Said tidak berhenti di satu kawasan saja. Ia mendorong langkah serupa diterapkan secara konsisten di berbagai wilayah Jakarta.
Menurut dia, trotoar harus benar-benar dikembalikan untuk pejalan kaki. Pemerintah juga diminta menertibkan berbagai aktivitas yang mengganggu hak pengguna trotoar.
"Trotoar harus dikembalikan fungsinya untuk pejalan kaki dan dijaga bersama agar masyarakat merasa aman dan nyaman," tegasnya.
Wibi berharap kebijakan pengembalian fungsi trotoar masuk dalam strategi jangka panjang pengendalian polusi udara Jakarta. Dengan akses pejalan kaki yang baik, masyarakat diyakini lebih mudah beralih ke transportasi umum.
Penggunaan kendaraan pribadi diharapkan berkurang jika masyarakat memiliki akses transportasi publik yang lebih terintegrasi. Hal tersebut dinilai dapat membantu memperbaiki kualitas udara Jakarta dalam jangka panjang.
- DPRD DKI Jakarta
- Pemprov DKI Jakarta
- Transportasi Umum
- penataan trotoar
- Trotoar Jakarta
- Jalan Rasuna Said
- polusi udara jakarta
- CFD Kuningan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.