Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jatuh Ke Laut, Kemenhub Kawal Ketat Penanganan Insiden Taruna Praktek di Perairan Norwegia

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 16:25 WIB | Oleh:
Jatuh Ke Laut, Kemenhub Kawal Ketat Penanganan Insiden Taruna Praktek di Perairan Norwegia Doc: Dok. istimewa

JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan terus melakukan pengawalan intensif terhadap penanganan insiden Man Overboard (MOB) yang menimpa seorang taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Aslan Yusuf, saat sedang melaksanakan praktek laut (sea practice) di atas kapal tanker MT. Alfa Baltica.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada tanggal 5 April 2026 di perairan barat daya Stavanger, Norwegia, saat kapal sedang dalam pelayaran menuju Lithuania. Korban terjatuh dari kapal akibat terjangan gelombang besar di tengah cuaca ekstrem Badai Dave.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menegaskan bahwa Ditjen Hubla telah berkoordinasi secara aktif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, KBRI Oslo, perusahaan (manning agency), dan pihak sekolah untuk memastikan proses investigasi dan pemenuhan hak-hak korban berjalan transparan.

"Situasi Man Overboard atau orang jatuh ke laut adalah kondisi darurat yang membutuhkan tindakan penyelamatan seketika. Dalam insiden ini, prosedur darurat dilaporkan telah dilaksanakan dengan segera, mulai dari teriakan peringatan, pelemparan pelampung (life buoy), hingga operasi SAR yang melibatkan helikopter dan kapal di sekitar lokasi," ujar Samsuddin di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berdasarkan laporan kronologi, korban sedang bersama tim awak kapal lainnya melakukan penanganan pada tali kawat baja (mooring wire) yang bergeser akibat cuaca buruk. Pada pukul 15.57 waktu setempat, gelombang besar menghantam sisi kanan kapal yang menyebabkan korban terlempar ke laut. Upaya pencarian oleh Joint Rescue Coordination Centres (JRCC) Norwegia dilakukan hingga pukul 21.00 waktu setempat, namun terkendala suhu air yang sangat rendah (6°C) dan kondisi badai. 

Samsuddin menambahkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah perlindungan dan kepastian hak bagi keluarga korban. 

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga Aslan Yusuf. Saya tegaskan bahwa proses rekrutmen dan penempatan taruna ini telah mengikuti regulasi yang berlaku. Kami menuntut transparansi penuh dari PT Hanmarine Global Indonesia selaku agen pengirim dan terus memantau proses investigasi yang saat ini tengah dilakukan oleh otoritas bendera kapal (Bahamas) serta pemilik kapal," tegasnya.

Saat ini, pihak Kepolisian Norwegia juga telah meminta sampel DNA korban melalui barang pribadi di atas kapal untuk keperluan identifikasi internasional melalui sistem Interpol, sebagai langkah antisipasi jika korban ditemukan di masa mendatang.

Mengenai status hukum dan asuransi, Ditjen Hubla melalui Bagian Hukum dan Kerja Sama menekankan bahwa penetapan status korban oleh otoritas berwenang merupakan dasar mutlak untuk pengajuan klaim asuransi dan kompensasi, saat ini perushaan sudah memberikan kompensasi serta dalam proses pengurusan claim asuransi yang nantinya disampaikan kepada Keluarga Aslan.

"Kami telah menugaskan Kepala Subdirektorat Kepelautan untuk melakukan pendampingan langsung kepada pihak keluarga di Pinrang, Sulawesi Selatan. Kami memastikan bahwa komunikasi akan terus dibuka secara luas agar pihak keluarga mendapatkan informasi yang valid dan hak-hak korban terpenuhi secara adil dan layak sesuai ketentuan perundang-undangan," tutup Samsuddin.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Ditjen Hubla mendorong dilakukannya koordinasi intensif antara pihak perusahaan, PIP Makassar, dan otoritas terkait di Lithuania tempat kapal MT. Alfa Baltica saat ini bersandar, guna mendapatkan kejelasan status final dari Aslan Yusuf

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.