Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perempuan Benteng Ketahanan Keluarga Hadapi Tekanan Ekonomi Digital dan Risiko Ruang Siber Anak

📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 16:21 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Menurutnya, perempuan harus adaptif pada teknologi. Perempuan tidak boleh hanya jadi pengguna, tapi subjek yang memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, ekonomi, perlindungan anak, dan kemajuan bangsa.

Ketua Umum Alppind, DR. (HC) Atifah Hasan, Lc., menyebut Rakernas 2026 strategis untuk menyusun dan memperkuat program organisasi di tengah perubahan sosial dan transformasi digital.

> “Perempuan memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, mental, dan ancaman digital sehingga perlu terus diperkuat sebagai tiang peradaban bangsa,” kata Atifah.

Alppind ingin jadi bagian solusi atas persoalan masyarakat: ketahanan ekonomi keluarga, kesehatan, literasi digital, perlindungan anak, hingga penguatan kapasitas perempuan.

> “Alppind diharapkan menjadi salah satu agen perubahan dengan memperkuat kapasitas perempuan di era digital sebagai solusi untuk berbagai permasalahan dalam masyarakat, termasuk masalah ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan keluarga,” ujarnya.

Ketua Panitia Rakernas, Hani Hendayani, SE, melaporkan Rakernas berlangsung 8–10 Mei 2026 dan dihadiri 24 perwakilan dari 32 delegasi pengurus daerah Alppind.

> “Kami sangat mengapresiasi kehadiran perwakilan pengurus daerah yang telah berupaya hadir dalam acara penting ini,” kata Hani.

Lewat Rakernas 2026, Alppind mendorong program kerja yang konkret dan berdampak, terutama literasi digital keluarga, perlindungan perempuan dan anak, penguatan UMKM perempuan, kesehatan keluarga, serta kolaborasi lintas sektor.

Alppind menilai ketahanan keluarga di era digital tak bisa hanya lewat pendekatan moral dan pengasuhan. Harus diperkuat dengan literasi teknologi, ketahanan ekonomi, perlindungan anak, serta kebijakan digital yang adil bagi usaha kecil dan perempuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.