Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menperin Sebut Kemasan jadi Kunci Daya Saing Produk Lokal

📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 19:23 WIB | Oleh:
Menperin Sebut Kemasan jadi Kunci Daya Saing Produk Lokal Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kualitas kemasan berperan dalam meningkatkan daya saing produk lokal. Desain kemasan berkontribusi dalam memperkuat posisi produk dalam negeri di pasar domestik maupun internasional.

Agus menyatakan kemasan berkualitas merepresentasikan identitas merek dagang. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas pelaku usaha dalam pengembangan desain kemasan.

Inovasi kemasan menjadi kebutuhan pelaku industri kreatif untuk memperluas jangkauan konsumen. Ia menyebut visual produk berperan sebagai media komunikasi dalam membangun kepercayaan konsumen.

“Kemasan yang berkualitas dan berdaya saing tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi representasi kualitas dan identitas sebuah brand. Penguatan kapasitas pelaku IKM dalam pengembangan desain merek dan kemasan perlu terus dipacu,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu (9/5).

Pemerintah mendorong sinergi lintas sektor dalam pengembangan inovasi kemasan. Kolaborasi antara akademisi dan desainer diperlukan untuk mendukung pengembangan solusi kemasan yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, memaparkan fungsi Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK). Lembaga tersebut memberikan pendampingan teknis terkait pemilihan material, teknologi kemasan, dan regulasi label bagi pelaku usaha.

“KDMK hadir untuk membantu IKM dalam pemilihan bahan kemasan yang sesuai dengan produk, teknologi kemasan. Serta pengembangan desain kemasan dan label sesuai regulasi, hingga fasilitasi bantuan cetak kemasan,” ujar Reni.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memberikan fasilitasi perbaikan desain kepada 2.131 unit usaha sejak 2015. Bantuan cetak kemasan juga telah disalurkan kepada 679 pelaku industri kecil hingga April 2026.

Reni menjelaskan desain merek perlu disesuaikan dengan ekspektasi konsumen pada setiap segmen pasar. Ia menyebut setiap segmen memiliki preferensi dan pendekatan visual yang berbeda.

“Masing-masing segmen pasar memiliki preferensi, kebutuhan, dan pendekatan visual yang berbeda. Oleh karena itu, desain merek dan kemasan produk IKM perlu mampu merepresentasikan identitas produk sekaligus menjawab ekspektasi konsumen pada setiap target pasar,” kata Reni.

Pelaku usaha dapat mengakses berbagai fitur pendukung melalui platform digital e-Kemasan milik Kementerian Perindustrian. Sistem daring ini menyediakan layanan pengajuan fasilitasi desain serta direktori rumah kemasan di seluruh Indonesia.

Penyelenggaraan kompetisi desain tingkat nasional menjadi wadah kreativitas bagi generasi muda dan desainer profesional. Sebanyak 163 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti ajang tersebut untuk menghadirkan solusi pengemasan yang inovatif.

“Desain kemasan saat ini dituntut mampu menyeimbangkan aspek estetika, fungsionalitas, keberlanjutan, serta efisiensi biaya. Saya berharap lahir berbagai inovasi kemasan yang mampu menjawab preferensi konsumen,” ucap Reni. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.