Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom CSIS Beri Saran dan Solusi Ke Program MBG Agar Ketahanan Ekonomi Nasional Terjaga

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 20:18 WIB | Oleh:
Ekonom CSIS Beri Saran dan Solusi Ke Program MBG Agar Ketahanan Ekonomi Nasional Terjaga Doc: Antara Foto
Ket. Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS), Riandy Laksono.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menunjukkan wujud nyata dalam menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput. Dengan infrastruktur yang hampir rampung, program ini menjadi tumpuan baru bagi sektor UMKM dan pertanian daerah.

MBG sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional ini juga diakui oleh, Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS), Riandy Laksono. Dia menilai bahwa program MBG memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi rakyat, asalkan dibarengi dengan strategi tata kelola yang adaptif dan efisien.

Riandy mengungkapkan bahwa progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) atau dapur MBG telah mencapai 90 persen. Dari target 30 ribu unit, sebanyak 27 ribu dapur telah siap beroperasi. Hal ini menurutnya menjadi kabar baik bagi penyerapan tenaga kerja.

"Dapurnya sudah terbangun dan ekonomi rakyat mulai bergulir. MBG ini sangat atraktif dalam membantu sektor pertanian dan perdagangan di pasar-pasar tradisional. Ini adalah akselerasi fiskal yang memberikan dampak langsung pada pelaku ekonomi di bawah," ujar Riandy.

Apa yang disampaikan Riandy tersebut tergambarkan pada salah satu dapur MBG dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kadiwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berkat keberadaan dapur MBG, rantai ekonomi lokal menjadi hidup. Tercipta lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama ibu rumah tangga, hingga berdayanya petani lokal.

Kepala SPPG Kadiwano, Edwin Putra Kadege, mengatakan saat ini dapur MBG yang dia kelola melayani sekitar 2.000 penerima manfaat yang tersebar di 15 sekolah mulai dari jenjang taman kanak-kanan (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Tentu saja kebutuhan akan bahan baku menjadi besar. Dan ini bisa dipenuhi melalui kerja sama dengan petani lokal. SPPG Kadiwano membutuhkan puluhan bahkan ratusan kilogram sayur-sayuran seperti kacang-kacangan, wortel, atau sawi.

“Jadi, memang kami memberdayakan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di sekitar SPPG. Dengan adanya MBG, manfaat tidak hanya untuk adik-adik sekolah, tapi lebih luas kepada masyarakat,” kata Edwin.

Untuk menjaga stabilitas stok dan mencegah penumpukan hasil panen, SPPG juga mengatur jadwal suplai setiap minggunya. Hal ini dilakukan agar komoditas yang ditanam petani bisa terserap optimal.

“Ada yang tanam wortel, ada yang tanam sawi, terus ada yang fokus pisang. Supaya jangan menumpuk. Karena kalau menumpuk kewalahan juga,” kata dia.

Keberadaan dapur MBG pun menjadi berkah tersendiri bagi ibu rumah tangga (IRT). Mereka diberdayakan untuk memasak.

“Rata-rata yang kerja di kami itu adalah ibu rumah tangga yang selama ini tidak mendapatkan peluang bekerja,” kata Edwin.

Keberlanjutan MBG Di Tengah Tekanan Fiskal

Untuk memastikan program ini berjalan beriringan dengan stabilitas keuangan (fiskal) nasional, Riandy mengusulkan langkah penyesuaian yang cerdas. Alih-alih mengurangi jangkauan wilayah atau menyasar hanya anak dari keluarga ekonomi kelas menengah ke bawah, ia menyarankan penyesuaian frekuensi pemberian makan sebagai solusi untuk menjaga kredibilitas anggaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

20 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Ada 44 Cabor! Porprov Kalta...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.