Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan COVID-19, WHO Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik 'Teror' Virus Kapal Pesiar

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 02:55 WIB | Oleh:
Bukan COVID-19, WHO Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik 'Teror' Virus Kapal Pesiar Doc: ANTARA/Emin Yoğurtcuoğlu - Anadolu Agency
Ket. Arsip - Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa wabah hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius diperkirakan tidak akan berkembang menjadi epidemi besar maupun pandemi global layaknya COVID-19. Meski telah mengonfirmasi lima kasus virus Andes yang memiliki kemampuan langka menular antarmanusia, WHO menilai risiko penyebaran tetap terkendali karena lingkungan penularannya yang sangat spesifik dan terbatas pada kontak dekat berkepanjangan. 

"Ini adalah lingkungan spesifik dan terbatas, tempat orang-orang berinteraksi dalam kontak dekat berkepanjangan," kata Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO Abdirahman Mahamud kepada wartawan di Jenewa, Kamis (7/5).

WHO tidak memperkirakan wabah tersebut akan berkembang menjadi epidemi besar mengingat pengalaman dan langkah yang telah diambil negara-negara anggota.

"Kami percaya wabah ini tak akan menyebabkan rantai penularan lanjutan," kata Mahamud.

Para pejabat WHO mengatakan sejauh ini lima kasus telah dikonfirmasi terkait virus Andes, yakni strain hantavirus yang dalam kasus langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Kasus tersebut terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius dan diagnosisnya dikonfirmasi melalui pengujian di Afrika Selatan dan Swiss.

Mahamud mengatakan pasien yang terinfeksi harus tetap diisolasi, sementara individu yang terpapar perlu menjalani pemantauan aktif hingga 42 hari, meski penerapannya dapat berbeda di tiap negara.

Menurut dia, sejumlah negara mungkin menerapkan karantina institusional, sementara negara lain mengandalkan pemantauan kesehatan harian oleh petugas kesehatan.

Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa wabah hantavirus sangat berbeda dari pandemi COVID-19.

"Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal pandemi COVID," katanya. "Penyebarannya tidak sama seperti virus corona."

Sebagian besar hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat, termasuk lewat air liur, urine, atau kotorannya, sementara penularan antarmanusia jarang terjadi.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan badan PBB itu telah memberi tahu 12 negara yang warganya ikut kapal pesiar tersebut dan sebelumnya turun di Saint Helena.

Ke-12 negara itu adalah Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turkiye, Inggris, dan Amerika Serikat.

Tedros mengatakan dua kasus pertama yang dikonfirmasi sempat melakukan perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal, termasuk mengunjungi lokasi pengamatan burung yang diketahui memiliki tikus pembawa virus Andes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Sawah di Bekasi Alami Keker...

Rupiah Rawan Tertekan - 29 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.