Menkeu Purbaya: Dana Pemerintah di Bank Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026
Rabu, 06 Mei 2026, 06:00 WIBJakarta â Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penempatan dana pemerintah melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp300 triliun di perbankan turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026.
Menurut Purbaya, kebijakan tersebut meningkatkan likuiditas di sistem keuangan sehingga mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.
âPertumbuhan ekonomi 5,61 persen sebagian didukung dari penempatan SAL, karena suplai uang bertambah di sistem dengan dukungan bank sentral,â ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di Jakarta, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan, dana pemerintah ditempatkan di perbankan untuk memperkuat fungsi intermediasi tanpa intervensi langsung terhadap sektor tertentu. Penyaluran kredit sepenuhnya diserahkan kepada perbankan yang dinilai lebih memahami kebutuhan dunia usaha.
Melalui skema ini, pemerintah mendorong aktivitas ekonomi tanpa meningkatkan beban biaya dana (cost of fund), sekaligus menggerakkan mekanisme pasar atau yang disebut sebagai invisible hand.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026. Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp3.447,7 triliun dan atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp6.187,2 triliun.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut capaian tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama dengan andil 2,94 persen. Peningkatan konsumsi didorong mobilitas masyarakat selama libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.
Selain itu, stimulus pemerintah turut memperkuat konsumsi, antara lain diskon tiket transportasi, pemberian tunjangan hari raya (THR), serta suku bunga acuan Bank Indonesia yang berada di level 4,75 persen.
Indikator Makro
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut termasuk yang tertinggi di antara negara-negara G20 dan melampaui proyeksi sejumlah lembaga yang berada di kisaran 5,2 persen.
âPertumbuhan 5,61 persen ini termasuk tertinggi di G20, bahkan berada di atas China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat,â kata Airlangga usai rapat terbatas bersama Presiden di Jakarta.
Ia menambahkan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen dan konsumsi pemerintah meningkat signifikan sebesar 21,31 persen. Kinerja perdagangan luar negeri juga positif, ditopang berbagai sektor seperti industri pengolahan, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi.
Dari indikator makro lainnya, inflasi tercatat terkendali di level 2,42 persen, turun dari periode sebelumnya sebesar 3,48 persen. Indeks keyakinan konsumen berada di angka 122,9.
Selain itu, neraca perdagangan mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut dengan nilai 3,32 miliar dolar AS. Cadangan devisa mencapai 148 miliar dolar AS dan neraca pembayaran surplus 6,1 miliar dolar AS.
Realisasi investasi tumbuh 7 persen menjadi Rp498,8 triliun, sementara kredit perbankan tumbuh 9,49 persen dan dana pihak ketiga meningkat 13,55 persen.
Terkait arus modal keluar (capital outflow), Airlangga menyebut fenomena tersebut dipengaruhi pasar modal dan Surat Berharga Negara (SBN), namun berhasil dinetralisasi melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Pemerintah bersama Bank Indonesia pun terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan arus modal.
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Serang Terima Bankeu Rp65 Miliar dari Sampah Tangsel
-
Pemkab Badung Beri Penghargaan Berupa Uang Kepada Anggota Paskibraka
-
Bising dan Berisik, Pemprov DKI Wajibkan Seluruh Lapangan Padel di Permukiman Dipasangi Peredam Suara
-
Bapanas Diminta Perkuat Sinergi Wujudkan Swasembada Pangan
-
Pria Kehilangan Kromosom Y Seiring Bertambahnya Usia, Akhirnya Kita Mengetahui Konsekuensinya
-
Curi Alpukat Satu Ember di Jalan RM Kahfi Jaksel, Warga Depok Ditangkap Warga
-
Negara Hadir, Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.