Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Banten Andalkan Soko Guru Pengolahan

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 07:29 WIB | Oleh:
Ekonomi Banten Andalkan Soko Guru Pengolahan Doc: ist
Ket. penopang pertumbuhan

SERANG – Ekonomi Banten kuat karena ditopang industri pengolahan yang menjadi soko guru. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat sektor industri pengolahan masih menjadi penyokong utama ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 30,02 persen terhadap struktur ekonomi Banten pada triwulan pertama 2026.

Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, melalui keterangannya di Serang, Selasa, menyampaikan bahwa dominasi sektor industri tersebut dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi Banten secara keseluruhan yang mencapai 5,64 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui capaian nasional sebesar 5,61 persen.

"Struktur ekonomi Banten masih bertumpu pada industri pengolahan, diikuti perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Gabungan empat sektor ini menyumbang lebih dari 70 persen terhadap ekonomi daerah," ujarnya.

Meskipun industri pengolahan tetap dominan, BPS mencatat motor penggerak pertumbuhan tertinggi pada awal tahun ini justru datang dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak hingga 17,88 persen akibat musim panen raya.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga menunjukkan kinerja kuat dengan pertumbuhan 15,29 persen, disusul sektor transportasi dan pergudangan yang naik 13,84 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Geliat ekonomi di berbagai sektor ini berdampak positif pada pasar tenaga kerja. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja di Banten meningkat menjadi 5,83 juta orang, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun ke angka 6,59 persen.

"Sektor perdagangan dan industri tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banten, mencerminkan ketergantungan struktur ekonomi dan lapangan kerja pada sektor-sektor tersebut," jelas Yusniar.

Namun demikian, BPS memberikan catatan terkait kualitas pekerjaan, di mana proporsi pekerja formal tercatat sebesar 52,19 persen atau turun 1,18 persen poin dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran sebagian tenaga kerja ke sektor informal.

"Ke depan, upaya peningkatan kualitas pekerjaan dan perluasan sektor formal tetap menjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi yang ditopang industri dan pertanian ini semakin inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Banten," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.