WNI Disandera Perompak Somalia di Kapal Tanker, DPR RI Desak Pemerintah Lakukan Semua Jalur Diplomasi

Minggu, 03 Mei 2026, 05:30 WIB

Makassar – Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal MI menyatakan pemerintah terus mengupayakan pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga masih disandera di kapal tanker MT Honour 25 usai dibajak pada 21 April 2026 di perairan Somalia.

“Intinya, pendekatan yang dilakukan bersifat komprehensif dan terus kita upayakan,” kata Syamsu Rizal di sela Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/5).

Ket. Foto: Keluarga salah satu awak yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia menunjukkan foto korban kepada wartawan di Gowa, Sulawesi Selatan. — Sumber: Antara

Ia mengatakan pemerintah, melalui Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah bersama Menteri Luar Negeri Sugiono, terus melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk upaya diplomasi pembebasan para sandera.

“Semua terus dimonitor. Ibu Heni dan Pak Menlu sudah berkoordinasi langsung. Semua cara akan ditempuh, baik melalui diplomasi maupun pendekatan dengan non-state actor,” ujarnya.

Syamsu menegaskan DPR RI mendorong pemerintah untuk mengedepankan pendekatan kemanusiaan, dengan keselamatan para sandera sebagai prioritas utama. Ia juga menekankan bahwa perlindungan WNI di luar negeri merupakan amanat konstitusi yang tidak dapat ditawar.

“Kondisi para korban saat ini dilaporkan dalam keadaan baik. Mudah-mudahan empat WNI kita segera dibebaskan. Sampai saat ini ada jaminan mereka masih sehat,” katanya.

Kondisi Baik

Sebelumnya, Kapal tanker Honour 25 berbendera Oman yang mengangkut minyak dibajak perompak di Somalia pada 21 April 2026. Sebanyak 17 awak kapal disandera, termasuk empat WNI.

Empat WNI tersebut terdiri atas dua warga Sulawesi Selatan, yakni Ashari Samadikun (kapten) asal Gowa dan Faizal (mualim) asal Bulukumba. Dua lainnya berasal dari Pemalang, Jawa Tengah, dan Bogor, Jawa Barat.

Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menyampaikan bahwa keempat WNI tersebut dalam kondisi baik berdasarkan informasi dari KBRI Nairobi dan otoritas setempat di Somalia.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di Somalia, termasuk otoritas lokal, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan para sandera.

Kapal tersebut diawaki oleh empat WNI, 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu warga India dan Myanmar.

Kemlu RI juga memperkuat pendataan tenaga kerja Indonesia di luar negeri guna mencegah kejadian serupa, serta mendorong agar para ABK bekerja melalui prosedur resmi.

Sebelumnya, keluarga korban di Indonesia meminta pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keselamatan para ABK dan mempercepat proses pembebasan dari tangan perompak.

  • wni disandera

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.