Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI: Kinerja QRIS Antarnegara Didominasi Transaksi 'Inbound'

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 22:13 WIB | Oleh:
BI: Kinerja QRIS Antarnegara Didominasi Transaksi 'Inbound' Doc: RRI/Magdalena Krisnawati

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja QRIS antarnegara menunjukkan tren yang positif. Kinerjanya diprakirakan akan semakin meningkat dengan implementasi QRIS antarnegara dengan Tiongkok akhir April 2026.

Berdasarkan laporan BI, volume transaksi dari wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia (inbound) lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound).

“Pada triwulan I 2026, total volume transaksi QRIS inbound mencapai 2,79 juta atau meningkat 222 persen secara tahunan. Sedangkan nilai nominalnya mencapai Rp713,59 miliar,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, seperti dikutip Sabtu (2/5).

Sedangkan transaksi volume QRIS outbound juga meningkat, tercatat 737.647 transaksi. Nilai transaksinya sebesar Rp249,26 miliar.

“Perkembangan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan dan pemanfaatan QRIS dalam transaksi lintas negara,” kata Ramdan Denny.

Tren positif diprakirakan akan berlanjut setelah BI mengimplementasikan QRIS antarnegara dengan Tiongkok.

Hal tersebut tercermin dari antusiasme bertransaksi saat QRIS antarnegara dengan Tiongkok, masih dalam uji coba. BI mencatat volume transaksinya sebesar 1,64 juta transaksi, nilai nominalnya sebesar Rp556 miliar.

Saat ini QRIS antarnegara sudah bisa digunakan di enam negara yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Sementara itu pertumbuhan penggunaan QRIS secara keseluruhan meningkat 116,43 persen. Sejak diluncurkan tahun 2020 hingga triwulan I 2026 akseptasi QRIS menjangkau 44 juta merchant mayoritas UMKM.

Sedangkan jumlah pengguna QRIS sudah mencapai 61,7 juta pengguna. Jumlah transaksi sebanyak 31 miliar transaksi dengan total nilai transaksi sebesar Rp2.970 triliun. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

21 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Presiden Serbia Aleksandar ...

Trump Tawarkan Tiongkok Membeli Senjata Buatan AS

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Tawarkan Tiongkok Mem...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.