Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bandung dan Kementerian PU Anggarkan Rp220 Miliar untuk Atasi Banjir

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 18:55 WIB | Oleh:
Pemkab Bandung dan Kementerian PU Anggarkan Rp220 Miliar untuk Atasi Banjir Doc: antara foto
Ket. Banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

KABUPATEN BANDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyepakati anggaran sekitar Rp220 miliar untuk penanganan banjir di beberapa titik di wilayah tersebut.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa kesepakatan tersebut difokuskan pada pembangunan kolam retensi, normalisasi sungai, serta sejumlah penanganan titik rawan banjir lainnya di wilayah Kabupaten Bandung.

“Sudah disepakati sekitar Rp220 miliar dari Kementerian PU untuk penanganan banjir, termasuk pembangunan kolam retensi di Tegalluar,” kata Dadang di Bandung, Jumat (1/5).

Ia menjelaskan dari total anggaran tersebut, rinciannya meliputi sekitar Rp151 miliar untuk normalisasi Sungai Cisunggalah, kemudian sekitar Rp68 miliar untuk penanganan lokasi-lokasi terdampak bencana lainnya di Kabupaten Bandung.

Dirinya juga menyebut sisa anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, termasuk kolam retensi di beberapa titik.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan opsi peninggian jalan provinsi di kawasan Tegalluar sepanjang sekitar 1 kilometer yang direncanakan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan penataan dan penertiban lahan, termasuk evaluasi terhadap lahan milik pengembang yang tidak memiliki kejelasan pembangunan sebelum pembangunan.

Lahan tersebut akan dikembalikan sesuai peruntukan tata ruang, termasuk Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung menyebutkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) pembangunan kolam retensi.

Bupati sudah mengajukan proposal, dan sudah disetujui oleh Pak Menteri PU untuk membangun kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan Tegalluar dan Bandung wilayah timur," tuturnya.

Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung akan melakukan verifikasi ulang terhadap lahan yang telah dibebaskan investor di kawasan tersebut dengan batas waktu penertiban hingga 5 Mei 2026.

"Kita siap melakukan verifikasi ulang, sesuai dengan perintah Pak Bupati. Dan dikasih deadline hingga tanggal 5 Mei, kita akan terus kerja, sehingga nanti apabila ada investor yang tidak memenuhi persyaratan akan kita evaluasi untuk mengembalikan fungsi ruang sesuai dengan eksisting sekarang," tuturnya.

Pemkab Bandung juga menargetkan program penanganan banjir tersebut dapat mulai berjalan tahun ini melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Sentimen Global Masih Domin...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.