Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hebat, Jualan Bumbu Bisa Meraih Omzet Rp54 Miliar

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 05:45 WIB | Oleh:
Hebat, Jualan Bumbu Bisa Meraih Omzet Rp54 Miliar Doc: ist
Ket. bumbu dapur

JAKARTA – Biasanya orang ketika melihat bumbu tak terlalu melirik untuk menjadi lahan bisnis. Padahal kalau dijual bisa melahirkan omzet puluhan miliar. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan Singapura mencatat produk madu, bumbu organik, hingga aneka makanan dan minuman membukukan 14 kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau sekitar Rp54,5 miliar dalam Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapore Expo, Singapura.

Dalam keterangan resminya, Kamis, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura menyebut Paviliun Indonesia menampilkan 40 perusahaan produsen dan eksportir skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan menyampaikan, di tengah ketidakpastian perdagangan global, penting bagi pemerintah dan seluruh stakeholders perdagangan untuk hadir mendukung UMKM, mulai dari pembinaan, pembiayaan, hingga promosi ke pasar ekspor global.

Selama empat hari pameran, Paviliun Indonesia berhasil dikunjungi lebih dari 6.012 pengunjung dan membukukan 14 kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau sekitar Rp 54,5 miliar.

Selain kontrak tersebut, terdapat belasan potensi transaksi yang diperkirakan mencapai 10,3 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar untuk produk mie instan sehat, snack organik, produk perikanan, produk susu, aneka rempah, serta produk makanan dan minuman lainnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Paviliun Indonesia pada ajang ini merupakan platform promosi berkelanjutan.

"Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global," ujarnya.

Fajarini mengatakan, produk makanan dan minuman merupakan salah satu tulang punggung utama industri Indonesia yang turut menopang ekspor nasional selama lima tahun terakhir.

Tren ekspor produk makanan dan minuman Indonesia terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 23,35 persen secara tahunan pada 2025. Hal yang sama juga terlihat pada ekspor ke Singapura yang tumbuh 23,21 persen secara tahunan.

Kemendag juga mendorong upaya promosi yang berkelanjutan melalui penguatan kerja sama dengan BI, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan sektor lainnya, secara sinergis untuk mendukung UMKM industri makanan dan minuman Indonesia menembus rantai pasok regional dan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.