Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gebrakan 3 Juta Rumah: Sekda Tanjungpinang Usulkan Ribuan Unit untuk MBR, Anda Termasuk?

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 20:18 WIB | Oleh:
Gebrakan 3 Juta Rumah: Sekda Tanjungpinang Usulkan Ribuan Unit untuk MBR, Anda Termasuk? Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Pemandangan rumah warga di kawasan pesisir Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang secara resmi mengusulkan pembangunan 1.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Nasional Pembangunan Tiga Juta Rumah yang digagas oleh pemerintah pusat. 

"Program ini menyasar MBR dan ditujukan untuk mempercepat penyediaan hunian layak di berbagai daerah di Indonesia," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang Zulhidayat, Rabu.

Ia menjelaskan, usulan pembangunan rumah tersebut difokuskan pada masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil satu hingga empat berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos) RI agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

"Data calon penerimanya sudah ada di Kemensos. Mudah-mudahan tahun ini terealisasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertamanan Kota Tanjungpinang Agustiawarman menyebutkan selain program pembangunan tiga juta rumah, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Untuk tahun 2026, kata dia, sebanyak 129 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Tanjungpinang telah terkonfirmasi masuk program BSPS yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui satuan kerja terkait.

Selain itu, sambungnya, pemkot juga mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk program serupa, meski jumlahnya masih terbatas.

"Tahun ini direncanakan ada sekitar 30 unit rumah akan ditangani melalui anggaran daerah, namun masih dalam proses validasi data," ungkap Agustiawarman.

Lanjutnya menyampaikan program perumahan ini menjadi bagian dari upaya pemkot dalam pengentasan kawasan kumuh, khususnya wilayah di bawah sepuluh hektare yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Saat ini, lanjut dia, pemkot masih melakukan verifikasi data untuk memastikan lokasi dan penerima bantuan tepat sasaran sebelum program dijalankan.

"Data masih dalam tahap verifikasi oleh tim agar pelaksanaannya tepat sasaran," katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin: Ekspor Mainan Indonesia Naik 8,2 Persen

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Kemenperin: Ekspor Mainan I...
Nasional
2.000 Siswa SMK Bakal Magan...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.