Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Prakirakan Berbagai Kota Besar di Wilayah Indonesia Alami Hujan Ringan hingga Lebat

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 07:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Prakirakan Berbagai Kota Besar di Wilayah Indonesia Alami Hujan Ringan hingga Lebat Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Sejumlah kendaraan menembus hujan yang lebat.

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Selasa.

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, Selasa (28/4), Prakirawan Diah Ayu R menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang dari perairan utara Papua, Samudra Pasifik utara Papua, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, perairan utara Nusa Tenggara Barat, Laut Sulawesi, Sulawesi Tengah, Laut Flores, Maluku, Laut Arafuru, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Padang, Mataram, Palu dan Nabire.

Sementara itu beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Samarinda, Denpasar, Makassar, Mamuju, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

Adapun beberapa kota besar yang lain diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, antara lain Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, dan Kupang.

Sebelumnya pada Rabu (22/4) Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memperingatkan Indonesia akan menghadapi musim kemarau panjang hingga tujuh bulan dengan curah hujan terendah dalam 30 tahun terakhir, kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Oleh karena itu Menteri LH Hanif mengingatkan kepada seluruh jajaran dan pemangku kepentingan terkait agar terus melakukan mitigasi hingga persiapan, mulai dari operasi modifikasi cuaca hingga memfokuskan kesiapsiagaan karhutla di enam provinsi, mulai dari Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

"Di tahun 2026 ini sesuai proyeksi dari BMKG, kita akan mengalami masa kemarau yang panjang, mencapai puncak sekitar bulan Agustus-September 2026, baru akan berakhir bulan November 2026. Ada tujuh bulan yang akan kita hadapi (sejak April), dengan tingkat curah hujan akan berada pada kondisi paling rendah selama 30 tahun," ucap Menteri LH Hanif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Daerah
Tumpukan Sampah di Gowa Mak...
Olahraga
Indonesia Lolos ke Semifina...
Ekonomi
Bea Cukai Sita Barang Impor...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.