Layanan Investasi Harus Komprehensif, tak Sekadar Izin
📅 Senin, 27 Apr 2026, 10:04 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BANJARMASIN – Saat ini pelayanan untuk para pemilik modal harus komprehensif, tak sekadar kemudahan perizinan. Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyatakan pendekatan investasi kini harus lebih adaptif karena investor tidak lagi hanya mempertimbangkan aspek regulasi dan potensi sumber daya alam, tetapi juga kualitas lingkungan hidup dan layanan publik seperti kesehatan.
"Investor membutuhkan jaminan kualitas hidup bagi tenaga kerjanya. Di sinilah peran layanan kesehatan menjadi sangat strategis," katanya dalam Forum Investasi dan Promosi Layanan Unggulan RSUD Ulin Kalsel 2026, sebagaimana dikutip dari keterangannya di Banjarmasin, Kalsel, Senin.
Keberadaan RSUD Ulin Banjarmasin menjadi salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem investasi yang sehat.
Rumah sakit rujukan utama di Kalsel itu kini telah bertransformasi dengan menghadirkan layanan medis berstandar tinggi.
Berbagai fasilitas unggulan telah dikembangkan, mulai dari layanan jantung terpadu dengan teknologi kateterisasi, pusat penanganan kanker melalui radioterapi, hingga dukungan teknologi pencitraan modern seperti CT scan dan MRI.
Selain itu, layanan fertilitas dan penanganan penyakit spesialis lainnya juga terus diperkuat.
Muhidin menegaskan peningkatan layanan kesehatan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menarik investasi.
Ia menambahkan sinergi antara pertumbuhan investasi dan peningkatan kualitas layanan publik merupakan kunci utama pembangunan berkelanjutan di Kalsel.
"Investasi yang tumbuh harus membawa kesejahteraan, dan kesejahteraan tidak mungkin tercapai tanpa kesehatan. Keduanya adalah pilar yang saling menopang," tegasnya.
Pemprov Kalsel menegaskan arah baru pembangunan daerah yang tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga pada penguatan kualitas hidup masyarakat sebagai bagian dari strategi investasi berkelanjutan.
Muhidin memaparkan investasi Kalsel sepanjang 2025 mencapai Rp32,85 triliun atau tumbuh 35,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang melampaui 70 persen dinilai sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan pelaku usaha lokal terhadap prospek ekonomi daerah.
"Capaian ini menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas dan skala investasi di 2026. Kita berada di tengah momentum besar, mulai dari pembangunan Ibu Kota Nusantara hingga dinamika rantai pasok global," ujarnya.
Melalui penguatan sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis mampu menjadikan daerah sebagai salah satu magnet investasi unggulan di Indonesia, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!