Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keluarga Korban Pembajakan Kapal di Somalia Harapkan Bantuan Pemerintah

📅 Senin, 27 Apr 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Keluarga Korban Pembajakan Kapal di Somalia Harapkan Bantuan Pemerintah Doc: Media Sosial X

GOWA – Keluarga korban pembajakan kapal tanker Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia meminta bantuan pemerintah. Ibu kandung kapten kapal Honour 25, Sitti Aminah, memohon agar Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah untuk menyelamatkan para awak kapal yang masih disandera.

Diketahui, sebanyak 17 kru kapal berbendera Oman itu dibajak pada 21 April 2026. Adapun empat kru di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Sitti Aminah, menyampaikan permohonan langsung kepada presiden agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap keselamatan para sandera. Ia menyampaikan harapan tersebut saat ditemui di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (26/4).

“Saya minta tolong ke Pak Prabowo, bantu anak saya. Anak saya sekarang dalam keadaan minta pertolongan,” ujar dia.

Menurut dia, kapal tanker pengangkut minyak itu berlayar dari Oman menuju perairan Somalia saat insiden pembajakan terjadi. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar para awak kapal dapat diselamatkan.

Istri salah satu korban, Santi Sanjaya, 26 tahun, menceritakan komunikasi terakhir dengan suaminya sebelum pembajakan terjadi. Ia sempat melakukan panggilan video pada 20 April lalusekitar pukul 19.30 WITA.

Saat itu, korban memberi tahu bahwa kapal mereka berpotensi diserang perompak. Meski sempat mencoba menghubungi kembali, ponsel suaminya hanya aktif tanpa respons hingga akhirnya tidak dapat dihubungi lagi.

“Masih aktif hp-nya, cuma tidak direspons, selang beberapa jam tidak aktif lagi. Terakhir saya video call tadi malam, katanya masih baik-baik di kapal,” kata dia.

Namun, ia mengungkapkan kondisi di kapal sering berubah dan situasi kerap menegangkan saat para perompak merasa terancam. Santi juga mengaku suaminya sempat menyampaikan bahwa para perompak meminta tebusan dan mengancam akan mengeksekusi awak kapal jika tuntutan tidak dipenuhi.

Besaran tebusan hingga kini belum diketahui, karena proses negosiasi masih berlangsung. Namun, keluarga belum menerima informasi resmi terkait langkah pemerintah maupun perusahaan.

“Kami berharap pemerintah segera membantu. Agar mereka pulang dengan selamat,” kata dia.

Santi menambahkan, suaminya telah menjadi kapten kapal sejak Januari 2026 dan berencana pulang ke Indonesia setelah kontrak kerja berakhir setibanya di tujuan. Diketahui, dari empat orang WNI, mereka terdiri dari dua warga Sulawesi Selatan serta masing-masing satu orang dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Keluarga korban kini berharap pemerintah segera mengambil langkah diplomatik dan penyelamatan. Agar para awak kapal dapat kembali ke tanah air dengan selamat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.