Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maksimalkan Keberadaan Berbagai Balai Budaya untuk Lestarikan Tradisi Lokal

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 13:22 WIB | Oleh:
Maksimalkan Keberadaan Berbagai Balai Budaya untuk Lestarikan Tradisi Lokal Doc: ist
Ket. lestarikan tradisi

JAKARTA – Masyarakat Jakarta, khususnya sekitar Condet kini memiliki balai budaya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memiliki gedung Balai Budaya Condet yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang untuk menciptakan kesenian dan melestarikan tradisi.

Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya Dinas Kebudayaan Jakarta Rinaldi menyampaikan ruang pertunjukan berperan penting untuk keberlanjutan suatu kota bagi kiprah para seniman pujaan bangsa.

“Pengembangan kesenian di kota Jakarta ini sangat penting. Semoga Balai Budaya Condet dapat terus eksis menampilkan pertunjukan seni budaya yang ada di Jakarta, khususnya kebudayaan Betawi,” kata Rinaldi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Balai Budaya Condet yang didirikan sekitar 1990 dulunya bernama Laboratorium Tari dan Karawitan Condet. Gedung yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan Jakarta melalui Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya itu dilengkapi fasilitas pertunjukan untuk masyarakat dalam berkegiatan seni budaya.

Fasilitas tersebut, di antaranya amfiteater dengan kapasitas 100 penonton, aula berukuran 10x9 meter, ruang tunggu pemain, dan toilet.

Gedung itu juga dapat dimanfaatkan oleh pihak lain untuk penyelenggaraan pertunjukan seni budaya melalui skema pemanfaatan aset Pemprov Jakarta, yang tidak mengganggu penyelenggaraan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah, sesuai ketentuan yang berlaku.

Belum lama ini, gedung tersebut menjadi ruang pertunjukan disertasi penciptaan seni tari bertajuk “Ampu Empuan” dengan konsep Embodied Habitus: Penciptaan Tari Berbasis Peran Ganda Perempuan Betawi karya Lydia Devi Nurshanti, Mahasiswa Program Doktor (S3) Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Menurut Rinaldi, selain mengangkat budaya Betawi dan peran ganda perempuan Betawi, pertunjukan tersebut juga menegaskan kembali identitas Balai Budaya Condet sebagai tempat para seniman untuk berkarya dan berkreasi menciptakan kesenian dan pelestarian tradisi.

Sementara itu, Kepala Program Studi Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Octavianus Cahyono Prianto mengatakan Balai Budaya Condet berperan penting sebagai laboratorium tari, terutama dalam pengenalan budaya daerah yang semakin tergerus.

“Keberadaan Balai Budaya Condet bisa menempatkan diri sebagai sentral budaya,” ujar Octavianus.

Lebih lanjut, dia mengatakan Balai Budaya Condet memiliki keunikannya sendiri, arena letaknya yang dekat dengan masyarakat.

Dia pun mengaku terkesan dengan panggung dan akses masuk yang memudahkan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan seni budaya.

“Tentu ke depan, Balai Budaya Condet harus dapat membangkitkan minat sebagian dari kolektif memori bagi masyarakat,” ungkap Octavianus. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.