Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Ingin Hidupkan Ekosistem Industri Mainan Dalam Negeri

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 18:54 WIB | Oleh:
Pemerintah Ingin Hidupkan Ekosistem Industri Mainan Dalam Negeri Doc: ANTARA/Sri Dewi Larasati
Ket. ⁠Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan memberikan keterangan dalam acara temu media di Jakarta, Jumat (24/4).

JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan ⁠Iqbal Shoffan Shofwan menyampaikan bahwa pemerintah ingin menghidupkan kembali ekosistem industri mainan di dalam negeri.

Ia menyampaikan bahwa pada era 1980-an, semasa industri mainan Hong Kong berkembang pesat, Indonesia menjadi tujuan banyak perusahaan untuk menempatkan fasilitas produksi.

"Kita ingin menghidupkan ekosistem itu kembali, kita ingin menjadi hub mainan internasional itu berasal dari Indonesia, sehingga nanti Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga bisa menjadi produsen terbesar mainan di seluruh dunia," katanya dalam acara temu media di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih tergolong baik, terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan 53 persen produk domestik bruto berasal dari konsumsi rumah tangga.

Menurut dia, kondisi tersebut meningkatkan minat dan kepercayaan pelaku usaha untuk membuka dan mengembangkan usaha di Indonesia.

Iqbal mencontohkan, LEGO membuka toko terbesarnya di Asia Tenggara di Indonesia. Produk LEGO juga sudah mulai diproduksi di Batam.

Untuk mengembangkan ekosistem industri mainan dan menjadi pusat produksi mainan, ia mengemukakan, Indonesia perlu meningkatkan produktivitas dan inovasi.

"Satu-satunya cara meningkatkan produktivitas dan inovasi. Kita mulai dari situ...," katanya.

"Kemudian, kita juga ingin minta komitmen tidak hanya itu, bekerja sama dengan small medium enterprises atau UMKM di seluruh Indonesia, yang pada akhirnya, pada gilirannya, nanti Indonesia bisa menjadi hub mainan anak di seluruh dunia," ia menambahkan.

Sementara itu, Direktur PT Mitra Adiperaksa Tbk Handaka Santosa menyampaikan bahwa pembukaan toko LEGO terbesar se-Asia Tenggara di Indonesia dapat menarik wisatawan untuk berbelanja di dalam negeri.

"Turis-turis akan berbelanja di Indonesia dan tidak berbelanja ke luar negeri. Ini juga akan lebih mempercepat tujuan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai shopping tourism destination dan juga menyerap tenaga kerja," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.