Menteri Pertanian: Stok Cadangan Beras Pemerintah di Bulog Tembus 5,19 Juta Ton
Kamis, 23 Apr 2026, 10:49 WIBKARAWANG â Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah menembus 5.198.000 ton per 23 April 2026 pukul 08.55 WIB.
Amran menyebut capaian tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia, sekaligus menandai tingginya cadangan beras nasional pada periode April yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Alhamdulillah, hari ini tanggal 23 April 2026, sekarang jam 9 kurang 5 menit, jam 8.55 WIB, stok beras seluruh Indonesia 5.198.000 ton. Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama," kata Mentan Amran di sela meninjau stok beras di gudang Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4).
Menurut Amran, capaian itu merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Bulog, TNI/Polri, Kejaksaan, hingga dukungan masyarakat, pengamat, dan insan pers.
Ia menegaskan, perbedaan pendapat merupakan hal wajar, namun kritik yang bersifat konstruktif tetap diperlukan untuk memperkuat kebijakan pangan nasional tanpa menimbulkan disinformasi atau fitnah.
Amran juga mengungkapkan, saat ini pemerintah terus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang guna menampung peningkatan produksi dan cadangan beras nasional.
Di wilayah Karawang, misalnya, pemerintah menyewa gudang dengan kapasitas 102.000 ton, di mana sekitar 80.000 ton telah terisi dan diperkirakan akan penuh dalam dua pekan ke depan.
Secara nasional, total kapasitas gudang Bulog mencapai sekitar 3 juta ton, sementara tambahan gudang sewa yang telah digunakan mencapai 2 juta ton untuk mendukung penyimpanan cadangan beras.
Ia menambahkan saat ini kapasitas gudang sewa tersebut hampir penuh, sehingga pemerintah kembali menyewa tambahan gudang sekitar 1 juta ton untuk mengantisipasi peningkatan stok ke depan.
Amran menilai keberhasilan itu tidak hanya berdampak bagi ketahanan pangan nasional, tetapi juga menunjukkan kontribusi Indonesia terhadap stabilitas pangan global yang bergantung pada komoditas beras.
Ia menyebut pada periode 2023 hingga 2024, Indonesia sempat mengimpor beras sekitar 7 juta ton, namun pada 2025 pemerintah berhasil menghentikan impor tersebut.
Pemerintah pun optimistis tidak akan melakukan impor beras pada 2026, seiring peningkatan produksi dalam negeri dan penguatan cadangan beras nasional yang terus dijaga.
"Kami membuka akses bagi publik untuk melakukan pengecekan langsung ke gudang-gudang Bulog guna memastikan transparansi data stok beras yang telah disampaikan pemerintah," katanya.
Ia menegaskan data stok tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, mengingat nilai cadangan beras mencapai sekitar Rp55 hingga Rp60 triliun sehingga tidak mungkin disampaikan tanpa dasar yang valid.
Dalam peninjauan tersebut, Mentan Amran turut didampingi Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dan juga dihadiri sejumlah pengamat pertanian.
- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu Salurkan Bantuan Bibit Jagung dan Beras untuk Warga.
-
Gagal Panen Akibat El Nino? Kementan: Ada Asuransi Pertanian, Klaim Cair Rp6 Juta per Hektare
-
Tak Bantu Petani Tebus Pupuk! Mentan Amran Copot Pejabat Pupuk di Banggai
-
Kebakaran Melanda TPA Galuga Bogor, TNI AU Kerahkan Helikopter Bantu Padamkan Api
-
Bento Beku Makin Populer di Jepang, Pasarnya Tembus Rp23 Triliun
-
Liga Inggris Akan Publikasikan Evaluasi Independen Keputusan Wasit dan VAR Setiap Pekan
-
Marinir TNI AL Tampilkan Peluncur Roket MLRS Vampire pada ajang SGS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.