Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kolaborasi Lintas Negara Buka Banyak Peluang Investasi Subsektor Film

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 18:02 WIB | Oleh:
Kolaborasi Lintas Negara Buka Banyak Peluang Investasi Subsektor Film Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi perwakilan pihak Film Happy Eyes di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (20/4).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kolaborasi sineas lintas negara dapat membuka peluang investasi subsektor ekonomi kreatif, khususnya film dan mengangkat talenta lokal ke pasar global.

“Kolaborasi lintas negara menjadi langkah konkret untuk membuka lebih banyak peluang investasi subsektor ekonomi kreatif, khususnya film. Kementerian Ekraf ingin memastikan Indonesia menjadi destinasi atau lokasi syuting yang ramah bagi produksi internasional sekaligus mampu mengangkat talenta lokal ke pasar global,” kata Riefky dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (21/4).

Riefky mengatakan kolaborasi sineas lintas negara antara Indonesia dan Prancis dalam film feature petualangan anak “Happy Eyes" dapat menjadi proyek strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Prancis, khususnya subsektor film, animasi, dan video.

Film "Happy Eyes” diyakini mampu memberi ruang peningkatan kapasitas talenta lokal melalui transfer pengetahuan dari kru berstandar internasional, sekaligus memperluas jaringan profesional sineas Indonesia untuk peluang ko-produksi global.

Menteri Ekraf menambahkan bahwa Pemerintah tengah menyusun skema insentif untuk memperkuat daya saing industri film nasional, termasuk insentif fiskal dan nonfiskal.

“Kementerian Ekraf sedang memfinalisasi skema insentif industri film yang mencakup kemudahan perizinan, penguatan ekosistem, hingga potensi pemberian insentif seperti cash rebate. Kehadiran proyek seperti feature film Happy Eyes menjadi contoh konkret yang dapat memperkaya kebijakan tersebut,” lanjut Teuku Riefky.

Film ini disutradarai, Gilles de Maistre dari Prancis dan didanai StudioCanal France melalui Moana France bekerja sama dengan rumah produksi Indonesia, Jungle Run Production. Kolaborasi ini sejalan dengan implementasi nota kesepahaman (MoU) yang pernah disepakati kedua negara.

Line producer Film “Happy Eyes” Chali Sakyan mengatakan proses pembuatan film sudah berada dalam tahap pre-production dan akan melakukan casting pemain di Indonesia di bulan Mei.

Syuting akan dimulai pada pertengahan Juli sampai September, mengambil tempat di Taman Safari Bogor, Bali, dan beberapa daerah di Indonesia.

Lebih lanjut, produksi film “Happy Eyes” tidak akan berorientasi pada karya sinema semata, tetapi juga membawa misi edukasi dan promosi termasuk meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan satwa melalui cerita yang diangkat.

Cerita Film “Happy Eyes” terpusat mengenai persahabatan anak perempuan bernama River dengan seekor bayi orang utan bernama Happy. Film ini membawa pesan lingkungan bagi generasi muda supaya semakin banyak yang peduli dan melindungi satwa seperti orangutan yang populasinya terus berkurang.

“Nanti, proyek film ini akan menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi negara lokasi syuting strategis yang punya keindahan alam dan budaya sehingga menjanjikan investor dari luar negeri,” kata Chali Sakyan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.