Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ajang Arsitektur Baja 2026 Dibuka, BlueScope dan IAI Dorong Inovasi Desain Berkelanjutan

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 19:23 WIB | Oleh:
Ajang Arsitektur Baja 2026 Dibuka, BlueScope dan IAI Dorong Inovasi Desain Berkelanjutan Doc: NS BlueScope Indonesia
Ket. Sesi diskusi pada acara Indonesia Steel Architectural Award 2026. PT NS BlueScope Indonesia bersama Ikatan Arsitek Indonesia meluncurkan ajang penghargaa ini untuk menjaring karya arsitektur baja terbaik menuju kompetisi ASEAN.

JAKARTA — PT NS BlueScope Indonesia bersama Ikatan Arsitek Indonesia resmi membuka pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026 sebagai ajang seleksi nasional untuk menjaring karya arsitektur baja terbaik. Kompetisi ini menjadi pintu bagi arsitek Indonesia untuk berkompetisi di tingkat regional dalam ASEAN Steel Architectural Awards 2026.

Mengusung tema “Shaping Resilient Futures – Timeless Design with Coated Steel”, ajang ini mendorong eksplorasi material baja lapis sebagai elemen utama dalam menciptakan desain arsitektur yang tidak hanya estetis, tetapi juga tahan lama dan relevan lintas waktu. Selain aspek visual, ketahanan material dan umur bangunan menjadi indikator penting dalam penilaian tahun ini.

Country President PT NS BlueScope Indonesia, Jenny Margiano, mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung perkembangan kreativitas arsitektur nasional, khususnya dalam pemanfaatan material baja lapis.

“Melalui kategori khusus ‘Lasting Beauty of COLORBOND®’, kami ingin memberikan apresiasi bagi proyek yang mampu menunjukkan kualitas estetika sekaligus ketahanan visual dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (20/4).

Kategori tersebut diperuntukkan bagi bangunan yang telah beroperasi minimal lima tahun dan tetap mempertahankan kualitas tampilan serta integritas desainnya. Secara keseluruhan, kompetisi ini terbuka bagi berbagai pemangku kepentingan proyek, mulai dari arsitek, pemilik proyek, kontraktor, hingga roll former.

Adapun empat kategori utama yang dilombakan meliputi bangunan residensial, industrial, komersial, serta publik, infrastruktur, dan institusi. Setiap karya akan dinilai oleh panel juri yang terdiri dari arsitek senior dan pelaku industri berdasarkan tiga aspek utama, yakni keunggulan desain, inovasi penggunaan material baja, serta keberlanjutan melalui pendekatan hemat energi dan responsif terhadap iklim.

Kepala Badan Penghargaan Arsitektur Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Dill Raaj Singh, menilai ajang ini sebagai momentum strategis untuk menunjukkan kualitas arsitektur Indonesia di tingkat global.

Menurutnya, Indonesia Steel Architectural Award 2026 membuka peluang bagi arsitek nasional untuk menampilkan karya yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing di kancah internasional.

Pemenang tingkat nasional akan memperoleh trofi, sertifikat, serta publikasi di media arsitektur terkemuka. Selain itu, mereka juga berkesempatan menghadiri malam penghargaan ASEAN di Thailand. Pemenang tingkat regional bahkan akan mendapatkan kesempatan mengikuti program pembelajaran selama satu minggu di fasilitas BlueScope di Australia.

Pendaftaran kompetisi dibuka mulai 4 Maret hingga 30 Mei 2026, dengan syarat proyek telah selesai dan beroperasi penuh paling lambat Februari 2026 serta belum pernah memenangkan penghargaan serupa sebelumnya.

Melalui kolaborasi ini, BlueScope dan IAI menargetkan lahirnya karya arsitektur inovatif yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri arsitektur kawasan ASEAN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Enam Desa Wisata Ditetapkan...
Megapolitan
Kebakaran di Kebayoran Lama...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.