Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peringati 71 tahun KAA, Kemenbud Angkat Spirit Bandung, Budaya untuk Perdamaian

📅 Senin, 20 Apr 2026, 07:18 WIB | Oleh:
Peringati 71 tahun KAA, Kemenbud Angkat Spirit Bandung, Budaya untuk Perdamaian Doc: antara foto
Ket. Peringatan KAA di Bandung.

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelar peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika bertajuk Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan resmi pada Minggu, mengatakan peringatan itu menjadi upaya menghidupkan kembali semangat Dasasila Bandung dalam konteks global saat ini, sekaligus menegaskan peran budaya sebagai sarana membangun perdamaian dunia.

Ia menilai dunia tengah berada dalam fase ketidakpastian global dan erosi kepercayaan antarnegara yang ditandai meningkatnya konflik dan rivalitas geopolitik.

“Jika kita ingin membangun perdamaian yang berkelanjutan, maka kita harus melindungi kebudayaan. Tidak boleh ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa atau membungkam identitas,” kata Fadli Zon.

Menurut dia, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen pada prinsip non-blok, memperkuat kerja sama global, serta menjunjung nilai-nilai Piagam PBB.

Kegiatan tersebut juga diisi dialog kebudayaan yang menghadirkan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy, anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa, serta akademisi hubungan internasional Anton Aliabbas.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam kesempatan itu mengusulkan kawasan Simpang Lima hingga Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO guna menjaga identitas sejarah kota.

Selain dialog, peringatan juga mencakup peluncuran buku “Konferensi Asia Afrika dalam Gambar” yang merekam dokumentasi visual peristiwa KAA serta pameran foto dan narasi sejarah secara kuratorial.

Sejumlah perwakilan diplomatik dari negara peserta KAA 1955 turut hadir, antara lain dari Sudan, Kamboja, Yaman, Irak, Afganistan, Sri Lanka, Thailand, India, dan Timor Leste.

Kementerian Kebudayaan menegaskan peringatan KAA akan terus dimanfaatkan sebagai sarana diplomasi budaya melalui kerja sama antarnegara, pertukaran pengetahuan, serta pelestarian warisan budaya untuk mendukung perdamaian dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.