Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar FK UI: Penanganan Epilepsi Anak Masih Hadapi Tantangan Besar

25 Senin, 20 Apr 2026, 15:45 WIB | Oleh:
Guru Besar FK UI: Penanganan Epilepsi Anak Masih Hadapi Tantangan Besar Guru Besar FK UI: Penanganan Epilepsi Anak Masih Hadapi Tantangan Besar Doc: antara foto
Ket. Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Pediatri Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof R.A. Setyo Handryastuti

DEPOK - Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Pediatri Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof R.A. Setyo Handryastuti menyatakan penanganan epilepsi anak masih menghadapi tantangan besar, mulai keterbatasan tenaga ahli, akses diagnostik dan terapi hingga stigma sosial di masyarakat.

"Tanpa pemerataan tenaga ahli dan akses diagnostik, banyak anak Indonesia dengan epilepsi menghadapi keterlambatan diagnosis, terapi yang tidak optimal, hingga risiko disabilitas kognitif,” kata Setyo Handryastuti di Kampus UI Depok, Senin (20/4).

Ia menyoroti bahwa rasio ketersediaan magnetic resonance imaging atau MRI di Indonesia hanya 1,11 per satu juta penduduk, jauh tertinggal dibanding Jepang (57,39) dan Amerika Serikat (38).

Obat antiepilepsi generasi kedua dan ketiga belum sepenuhnya dijamin oleh BPJS, sehingga menyulitkan terapi kombinasi bagi pasien dengan epilepsi resisten obat.

Selain itu, istilah ayan masih digunakan dengan konotasi negatif, dan sekitar setengah keluarga anak dengan epilepsi masih merasakan stigma, meskipun literasi kesehatan yang semakin baik mulai menggeser pandangan supranatural menjadi penerimaan bahwa epilepsi adalah kondisi medis kronis.

Prof Handryastuti menawarkan lima strategi yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga menekankan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor di tingkat nasional, mulai dari tenaga profesional, pendidik, pemangku kepentingan, hingga masyarakat yang turut diberdayakan dalam rangka penanganan permasalahan epilepsi anak di Indonesia.

Lima strategi tersebut adalah optimalisasi peran dokter anak dan dokter umum melalui kebijakan task-shifting and training dengan dukungan kuesioner Indonesian Pediatric Epilepsy Questionnaire (INA-PEPSI).

Selain itu, telekonsultasi peningkatan pendidikan kedokteran berkelanjutan melalui seminar, pelatihan UKK Neurologi IDAI, dan program fellowship dari Kementerian Kesehatan RI, perluasan akses diagnostik dan terapi dengan pengadaan EEG portabel serta distribusi obat generasi kedua dan ketiga di berbagai level layanan.

Kemudian, penguatan edukasi publik melalui komunitas seperti Ruang Peduli Epilepsi Anak Indonesia (RPEAI) dan kampanye penyadaran Purple Day dan peningkatan peran pemerintah dalam memastikan implementasi Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tatalaksana Epilepsi Anak, memperluas infrastruktur, dan membangun registri nasional epilepsi.

“Tidak boleh ada satu pun anak dengan epilepsi yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan. Penanganan harus terintegrasi dari puskesmas hingga ke tingkat RS Utama dan paripurna, dari Sabang sampai Merauke, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Dengan integrasi teknologi digital dan penguatan sumber daya manusia, kita dapat memberikan keadilan bagi seluruh anak Indonesia,” ucap Prof Handryastuti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Main Cemerlang, Janice Tjen Juara Japan Open 2026  

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main Cemerlang, Janice Tjen...
Olahraga
Caretaker Arema Tampil Perd...
Rona
Jangan Sembarangan, Ini Wak...
Luar Negeri
Layanan Kereta Kargo Tiongk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.