Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Pangan dan Peternakan Kaji Populasi Ikan Sapu-sapu di Sejumlah Sungai di Kota Bandung

📅 Senin, 20 Apr 2026, 13:48 WIB | Oleh:
Dinas Pangan dan Peternakan Kaji Populasi Ikan Sapu-sapu di Sejumlah Sungai di Kota Bandung Doc: antara foto
Ket. Ikan Sapu-sapu

KOTA BANDUNG - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung melakukan pengkajian terkait populasi ikan sapu-sapu di sejumlah sungai guna memastikan apakah spesies tersebut telah menjadi hama atau belum.

“Sejauh ini kita akan lakukan penelitian lebih lanjut. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan tanpa pendalaman yang lebih menyeluruh soal populasi ikan sapu-sapu,” kata Kepala Bidang Perikanan DKPP Kota Bandung Nanang Zulkarnaen di Bandung, Senin (20/4).

Nanang menjelaskan ke depan pihaknya akan melakukan koordinasi lintas sektor dengan sejumlah instansi terkait untuk mengkaji dampak keberadaan ikan sapu-sapu terhadap ekosistem perairan.

“Langkah paling cepat adalah berkoordinasi dengan instansi terkait, karena ini bersifat lintas sektor,” katanya.

Ia menambahkan kajian tersebut juga dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan populasi seperti yang dilaporkan di wilayah lain, termasuk Jakarta.

Namun demikian, karakteristik sungai di Bandung dinilai berbeda, karena berada di wilayah tengah aliran, sehingga ikan sapu-sapu cenderung terbawa ke hilir dan tidak menumpuk.

“Bandung bukan wilayah muara seperti Jakarta, sehingga potensi penumpukan relatif lebih kecil, tapi tetap perlu dikaji,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nanang mengingatkan masyarakat agar berhati-hati mengonsumsi ikan sapu-sapu yang ditangkap di sungai, karena karakteristiknya sebagai pemakan segala (omnivora) berpotensi membawa zat yang berbahaya.

“Ada kekhawatiran terkait kandungan logam berat dari lingkungan tempat hidupnya, sehingga untuk konsumsi saat ini tidak terlalu disarankan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.