Belum Siap Jalan! Kementerian PU Akui MLFF Masih Tahap Pra-Uji Coba

Jumat, 17 Apr 2026, 20:45 WIB

JAKARTA – Penerapan sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) merupakan langkah transformasi dalam modernisasi infrastruktur transportasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kelancaran arus lalu lintas.

Dengan menghilangkan hambatan di gerbang tol, sistem ini memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti, sehingga mengurangi kemacetan, menekan waktu tempuh, serta menurunkan konsumsi bahan bakar.

Ket. Foto: Arsip foto - Sejumlah pengendara melakukan transaksi non tunai menggunakan kartu e-Toll di Gerbang Tol Cisalak I, Tol Cijago, Depok, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/ Indrianto Eko Suwarso

Namun, implementasi MLFF juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesiapan teknologi, akurasi sistem pelacakan kendaraan, hingga kepatuhan pengguna dalam melakukan pembayaran.

Selain itu, aspek keamanan data dan integrasi dengan sistem transportasi lain menjadi krusial untuk memastikan keandalan operasional.

Oleh karena itu, keberhasilan MLFF tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan regulasi dan edukasi publik agar transisi berjalan efektif dan minim gangguan.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan implementasi sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) saat ini masih berada pada tahap pra-uji coba, yang mencakup pelaksanaan functional test, dan belum memasuki fase uji coba secara luas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Wilan Oktavian menegaskan bahwa pengembangan MLFF merupakan bagian dari transformasi sistem layanan jalan tol nasional yang dilakukan secara bertahap dan terukur.

“Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan,” ujar Wilan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa saat ini pengembangan MLFF masih berada pada tahap awal (pra-uji coba) sebelum masuk ke fase uji coba yang lebih luas.

“Saat ini kami masih berada pada tahap pra-uji coba yang mencakup functional test. Tahapan ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh,” katanya.

Selain aspek teknologi, kesiapan pengguna menjadi faktor kunci dalam implementasi MLFF.

Meskipun penetrasi penggunaan smartphone di masyarakat relatif tinggi, masih terdapat tantangan terkait literasi digital, akses teknologi, serta kepatuhan pengguna dalam mengikuti sistem yang berlaku.

“Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku. Oleh karena itu, perlu disiapkan proses adaptasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik,” kata Wilan.

Di sisi lain, kesiapan ekosistem juga menjadi perhatian utama pemerintah. Penguatan koordinasi terus dilakukan bersama Badan Usaha Pelaksana MLFF dan para pemangku kepentingan terkait.

Hal itu termasuk dalam penyelarasan regulasi, integrasi sistem, keamanan data, serta dukungan operasional, guna memastikan implementasi MLFF dapat berjalan dengan baik.

Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan implementasi MLFF sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, kesiapan pengguna dan kesiapan ekosistem.

Oleh karena itu, implementasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan sistem berjalan optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan MLFF ke depan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas, efisiensi perjalanan, serta kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.