- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS akan Kenakan Sanksi pad...
AS akan Kenakan Sanksi pada Negara Pembeli Minyak Iran
Kamis, 16 Apr 2026, 20:15 WIBWASHINGTON DC â Amerika Serikat pada Rabu (15/4), mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara pembeli minyak Iran dan mengatakan bahwa mereka yakin Tiongkok akan menghentikan pembelian tersebut karena Washington memberlakukan blokade maritim terhadap Iran.
âKami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, jika uang Iran tersimpan di bank Anda, kami sekarang bersedia menerapkan sanksi sekunder,â kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent kepada wartawan di Gedung Putih.
Blokade maritim AS terhadap Iran dimulai pada 13 April ketika perang Iran memasuki minggu ketujuh. Sebelumnya, Tiongkok membeli lebih dari 80 persen minyak yang diekspor Iran.
âKami yakin (dengan) blokade ini... akan ada jeda dalam pembelian oleh Tiongkok,â kata Bessent.
Departemen Keuangan AS juga telah mengirim surat kepada dua bank Tiongkok dan "mengatakan kepada mereka bahwa jika kami dapat membuktikan bahwa ada uang Iran yang mengalir melalui rekening Anda, maka kami bersedia untuk memberlakukan sanksi sekunder," tambahnya.
Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai pernyataan Bessent.
Pemerintahan Trump telah lama mengatakan bahwa mereka menerapkan "tekanan maksimum" terhadap Iran terkait program nuklirnya dan dukungannya terhadap kelompok militan di seluruh Timur Tengah, meskipun minyak yang dikenai sanksi terus mencapai Tiongkok.
Departemen Keuangan AS juga menargetkan infrastruktur transportasi minyak Iran, dengan menjatuhkan sanksi kepada lebih dari dua lusin individu, perusahaan, dan kapal pada tanggal 15 April .
Langkah ini diambil beberapa minggu setelah Washington mengeluarkan pengecualian sanksi selama 30 hari terhadap minyak Iran di laut , yang menurut Bessent pada bulan Maret memungkinkan sekitar 140 juta barel mencapai pasar global, dalam upaya untuk mengurangi tekanan pada pasokan energi global yang dipicu oleh perang.
Pada tanggal 15 April, Bapak Bessent mengkonfirmasi bahwa dispensasi yang dikeluarkan pada tanggal 20 Maret dan akan berakhir pada tanggal 19 April tidak akan diperpanjang, sebuah langkah yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 14 April .
AS juga belum memperbarui dispensasi atas tumpahan minyak Russia di laut yang berakhir pada 11 April .
Reuters juga melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS telah mengirimkan surat kepada Tiongkok, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman, yang mengidentifikasi bank-bank yang telah membiarkan aktivitas ilegal Iran dan memperingatkan bahwa mereka akan menghadapi tindakan hukuman dari AS. SB/ST
- Konflik AS-Iran
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Berhasil Diselamatkan, Kopilot Jet AS Dilarikan dari Iran ke Kuwait untuk Perawatan
-
Epic Comeback, Megawati dkk Bungkam Electric PLN dalam Drama 5 Set di Final Four Proliga 2026
-
Jenazah Awak Kapal Thailand Ditemukan Dekat Selat Hormuz
-
Menkeu Jamin Anggaran Negara Aman meski Pemerintah Lakukan Efisiensi
-
Demi Keselamatan Pejalan Kaki, Pemprov DKI Bangun 5 Titik Zebra Cross di Tebet
-
Lebaran Anak Yatim, Tradisi Berbagi Kebahagiaan Masyarakat Lataling Simeulue
-
Sabar/Reza Mengalahkan Pasangan Thailand untuk Melaju ke Babak Kedua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.