Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wajib Anda Ketahui! Ini Faktor-faktor Penentu Tinggi Badan Anak

4 Selasa, 14 Apr 2026, 17:19 WIB | Oleh:
Wajib Anda Ketahui! Ini Faktor-faktor Penentu Tinggi Badan Anak Wajib Anda Ketahui! Ini Faktor-faktor Penentu Tinggi Badan Anak Doc: Foto: Freepik
Ket. Ilustrasi anak tumbuh tinggi.

JAKARTA - Berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak, mulai dari genetik hingga pola hidup dijelaskan oleh Dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D

Jose mengatakan bahwa tinggi badan anak tidak hanya ditentukan oleh faktor keturunan, tetapi juga dipengaruhi asupan nutrisi, kualitas tidur, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Ia menekankan pentingnya kecukupan nutrisi sebagai fondasi pertumbuhan. Anak membutuhkan asupan kalori yang cukup, protein terutama dari sumber hewani, serta kalsium dan vitamin D untuk mendukung pembentukan tulang.

“Bukan berarti kalau bapak ibunya pendek, anaknya akan pendek. Banyak faktor lain seperti makanan, kesehatan, vaksinasi, dan lingkungan,” kata Jose dalam webinar “Mengenal dan Memahami Kurva Pertumbuhan pada Anak” yang dipantau di Jakarta, Selasa (14/4).

Menurut dia, susu menjadi salah satu sumber utama kalsium yang penting bagi pertumbuhan tinggi badan anak. Kemudian, vitamin D berperan membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

Selain nutrisi, faktor tidur juga berperan besar, di mana hormon pertumbuhan diproduksi optimal saat anak berada dalam fase tidur nyenyak.

“Anak butuh tidur minimal delapan jam. Saat deep sleep, hormon pertumbuhan keluar maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, aktivitas fisik yang rutin juga dapat merangsang produksi hormon pertumbuhan. Olahraga seperti berenang, berlari, atau permainan aktif lainnya dianjurkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam paparannya, Jose mengingatkan agar orang tua tidak hanya fokus pada berat badan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan antara berat dan tinggi badan melalui indeks massa tubuh.

Ia mengungkapkan bahwa kelebihan konsumsi karbohidrat tanpa diimbangi protein dapat menyebabkan obesitas tanpa mendukung pertumbuhan tinggi badan secara optimal.

“Kalau kalorinya kebanyakan dari karbohidrat, anak bisa gemuk tapi tidak bertambah tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tinggi badan akhir anak dapat diprediksi berdasarkan tinggi orang tua melalui perhitungan tertentu, meski hasilnya tetap dapat dipengaruhi faktor lain selama masa pertumbuhan.

Oleh karena itu, IDAI mendorong orang tua untuk lebih aktif memantau pertumbuhan anak secara berkala dan menerapkan pola hidup sehat agar anak dapat mencapai potensi tinggi badan optimalnya.

"Anak bisa tumbuh normal, memiliki keseimbangan emosional, hormon, dan genetik. Orang tua berperan untuk itu. Alat yang akurat untuk melihat pertumbuhan ini adalah kurva pertumbuhan tentunya," kata Jose. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.