Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Kolaborasi dengan OJK Jabar dan Dilans Indonesia Perkuat Inklusi Keuangan Disabilitas

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 23:22 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Kolaborasi dengan OJK Jabar dan Dilans Indonesia Perkuat Inklusi Keuangan Disabilitas  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Upaya membangun kemandirian penyandang disabilitas di Kota Bandung terus diperkuat melalui kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kota Bandung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, dan komunitas disabilitas (Dilans).

Hal ini tercermin dalam kegiatan senam bersama, dialog interaktif, dan halal bihalal yang digelar di Kantor OJK Jabar, Jalan Ir. H. Juanda, Sabtu (11/4) lalu.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari rangkaian panjang kolaborasi lintas sektor yang terus berkembang. Khususnya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas.

Manager Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Jabar, Zam Zam Fuadain, mengatakan, sinergi antara OJK dan Pemerintah Kota Bandung telah terjalin sejak lama dan kini memasuki fase penguatan melalui program Dia Kita (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta).

“Kolaborasi ini bukan hal baru, tetapi terus berkembang. Kegiatan hari ini adalah bukti bahwa program yang dicanangkan bersama Pemkot Bandung tidak berhenti di seremoni, melainkan berlanjut dengan aksi nyata,” ujar dia.

Menurut dia, pendekatan yang dilakukan kini lebih terarah, tidak hanya pada edukasi, tetapi juga pada penyediaan akses layanan keuangan yang ramah disabilitas.

Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah pelatihan bahasa isyarat bagi petugas layanan di industri jasa keuangan.

“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa teman-teman disabilitas dapat mengakses layanan keuangan secara setara. Bahkan di frontliner, akan ada petugas yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat,” papar dia.

Sementara itu, Ketua Dilans Indonesia, Farhan Hemly, menyampaikan kolaborasi ini telah berjalan lebih dari dua tahun dan kini menunjukkan arah yang semakin matang.

Ia menilai, keterlibatan aktif komunitas menjadi kunci keberhasilan program yang berkelanjutan.

“Dulu mungkin kami hanya menjadi objek kegiatan. Sekarang kami menjadi subjek, terlibat langsung dalam prosesnya. Ini yang membuat kolaborasi dengan OJK dan Pemkot Bandung menjadi lebih bermakna,” ungkap dia.

Ia menjelaskan, sejak akhir tahun lalu, kolaborasi difokuskan pada penguatan literasi keuangan bagi kelompok disabilitas dan lansia, yang selama ini rentan terhadap praktik penipuan sekaligus memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Lebih jauh, wali Kota Farhan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung kebijakan pemerintah.

Menurut dia, program inklusi tidak cukup hanya berbasis regulasi, tetapi harus tumbuh dari tingkat akar rumput.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.