Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KONI DKI Data Calon Tim Pelatda untuk Mendapatkan Atlet Berkualitas

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 08:57 WIB | Oleh:
 KONI DKI Data Calon Tim Pelatda untuk Mendapatkan Atlet Berkualitas Doc: pwi jaya

JAKARTA - KONI DKI Jakarta melakukan pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) di Lantai 4, Gedung KONI, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Pendataan terhadap 700 orang yang terdiri dari pelatih, asisten pelatih (aspel) dan atlet tersebut untuk melihat jejak rekam prestasi dan kondisi kesehatan. 

Data tersebut nantinya dianalisa oleh KONI DKI Jakarta dan menjadi rujukan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) serta Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK) untuk dijadikan pembinaan atlet berprestasi.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd mengatakan, pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) menuju PON 2028 di NTT dan NTB ini untuk melihat jejak rekam seluruh atlet. 

Prof HH sapaan akrabnya meminta kepada seluruh pelatih, aspel dan atlet untuk tetap berkomitmen dalam mengharumkan nama Jakarta di tingkat nasional maupun internasional. 

Di PON NTT dan NTB kata Prof HH sapaan akrab Hidayat Humaid, KONI DKI mendapatkan tugas berat dari Gubernur Pramono Anung dan DPRD. "Target kita juara umum. Insya Allah dengan kekompakan tim cita-cita menjadi jauara umum bisa terwujud," terang profesor bidang olahraga dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Prof HH melanjutkan, KONI DKI Jakarta juga terus melakukan kolaborasi sinergi dengan semua pihak. "Karena untuk mewujudkan prestasi itu harus didukung semua pihak dan bukan hanya KONI," tambahnya. 

Verifikasi Pelatda

Sementara Waketum I KONI DKI Jakarta Fatchul Anas melanjutkan pendataan ini berlangsung dari Selasa hingga Jumat (7-10 April 2026). Setiap harinya dibagi menjadi dua sesi. 

"Untuk sesi pertama pukul 10:00 WIB dan sesi kedua pukul 13:00 WIB. Setelah pendataan maka dilakukan verifikasi selanjutnya dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS)," tegas Fatchul Anas. 

Anas melanjutkan kegiatan pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) adalah awal untuk menuju PON NTT dan NTB. 

"Kita terus melakukan analisa dan evaluasi dan ini bukan yang pertama tapi akan terus dilakukan secara berkala untuk mendapatkan atlet berkualitas," tambah Anas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

20 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Ada 44 Cabor! Porprov Kalta...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.