Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Surabaya Dorong Pelibatan Kopdes Merah Putih di Pasar Murah

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 17:05 WIB | Oleh:
DPRD Surabaya Dorong Pelibatan Kopdes Merah Putih di Pasar Murah Doc: antara foto
Ket. Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai di Surabaya

SURABAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mendorong kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di kegiatan pasar murah yang rutin diselenggarakan pemerintah kota setempat.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai di Surabaya, Jumat (10/4)menilai keterlibatan koperasi dapat memperluas jangkauan distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, saat ini KDMP telah terbentuk di hampir seluruh kelurahan di Surabaya sehingga keberadaannya dinilai strategis untuk mendukung program pasar murah yang selama ini dijalankan Pemkot Kota Surabaya.

"Selama ini Pemkot Surabaya rutin mengadakan pasar murah. Ke depan, akan lebih baik jika KDMP dilibatkan agar distribusi sembako murah bisa lebih luas dan tepat sasaran," ujarnya.

Bahtiyar menjelaskan, pelibatan koperasi juga dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan kinerja koperasi yang selama ini belum berjalan maksimal.

Ia menjelaskan, sejumlah koperasi masih menghadapi kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga belum memiliki arah pengembangan yang jelas.

“Masih ada koperasi yang belum maksimal karena keterbatasan anggaran dari iuran anggota dan belum jelas arah pengembangannya. Sehingga, perlu ada kolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.

Ia mendorong supaya Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Surabaya dapat menginisiasi koordinasi dengan para pengurus koperasi sebelum pelaksanaan pasar murah.

“Ketika ada pasar murah, sebaiknya diajak rembuk para pengurus koperasi se-Surabaya agar penyalurannya bisa melalui koperasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Bahtiyar juga menyoroti pembangunan gerai KDMP yang merupakan program pemerintah pusat dimana dari total rencana 153 gerai di Surabaya, baru sekitar 20-an yang telah terealisasi.

Menurutnya, salah satu kendala utama adalah keterbatasan lahan yang tidak memenuhi spesifikasi standar.

“Standar luas lahan sekitar 400 meter persegi, sementara banyak aset Pemkot hanya 200 sampai 300 meter persegi. Ini perlu ada penyesuaian,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan gerai sangat penting untuk menunjang operasional koperasi, termasuk distribusi barang kepada masyarakat. Tanpa fasilitas tersebut, koperasi dinilai sulit berkembang secara optimal.

“Selama ini koperasi masih menempel di kantor kelurahan, sehingga kurang maksimal. Kalau ada gerai, program bisa berjalan lebih baik,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.