Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Kunci Sukses MBG

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Kunci Sukses MBG Doc: Koran Jakarta/M Fachri
Ket. Siswa Kelas 1 SDS Barunawati Yayasan Sekar Laut Pelni, Slipi, Jakarta Barat saat menikmati makanan MBG.

JAKARTA – Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai ketahanan pangan dan energi menjadi kunci keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah ancaman krisis global.

Menurut dia, upaya swasembada pangan dan energi yang dicanangkan pemerintah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar global.

“Kunci keberhasilan MBG adalah memastikan pasokan bahan baku berasal dari dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/4).

Seperti dikutip dari Antara, Esther mendorong pemerintah memperkuat infrastruktur pertanian, mulai dari pembangunan irigasi, penyediaan pupuk, penerapan teknologi pertanian modern, akses pembiayaan petani, hingga penguatan distribusi hasil panen.

Dengan dukungan tersebut, produktivitas pertanian dinilai dapat meningkat sehingga memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjamin ketersediaan pasokan lokal bagi program MBG.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam teori ekonomi, suatu negara tidak harus memproduksi seluruh komoditas. Negara sebaiknya fokus pada produk yang memiliki keunggulan komparatif dan dapat diproduksi secara efisien. Dalam konteks Indonesia, beras dinilai sebagai komoditas yang realistis untuk mencapai swasembada.

Namun demikian, ia menekankan bahwa diversifikasi pangan tetap penting. Komoditas seperti singkong, porang, sukun, dan sagu memiliki potensi besar sebagai alternatif sumber karbohidrat. Dengan dukungan teknologi pengolahan, bahan-bahan tersebut dapat diolah menjadi produk pengganti beras yang bergizi dan bernilai ekonomi.

Di sektor energi, Esther menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan seperti tenaga air, angin, dan matahari. Selain itu, pengolahan sampah menjadi energi juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Jika kebutuhan energi domestik dapat dipenuhi secara mandiri, maka tekanan kenaikan harga energi global tidak akan terlalu berdampak pada biaya produksi pangan.

Ia menegaskan, ketahanan pangan dan energi menjadi kunci agar Indonesia tidak terlalu terdampak gejolak global.

“Jika harga energi dunia meningkat, maka harga gas dan bahan bakar minyak domestik berpotensi ikut naik. Kondisi ini akan meningkatkan biaya produksi dan distribusi pangan. Namun, jika Indonesia mampu swasembada pangan dan energi, dampak tersebut dapat ditekan sehingga program sosial seperti Makan Bergizi Gratis tetap berjalan,” jelasnya.

Peluang UMKM

Selain itu, Esther menilai keterlibatan UMKM tetap penting dalam mendukung keberhasilan program. Namun, pemerintah perlu merancang skema yang lebih inklusif, seperti memberikan peluang bagi UMKM mengelola dapur, menyediakan pelatihan, serta mendorong kemitraan yang adil dengan pelaku usaha lokal.

Dengan skema tersebut, program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Tawuran di Stasiun Manggara...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp100.800...
Olahraga
Hasil Liga Italia: Tuan Rum...
Megapolitan
2 Bulan Buron, Polisi Ciduk...
Nasional
Soal Rencana Penyaluran Ban...
Ekonomi
Desain Bukan Sekadar Visual...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.