Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Dana Indonesia Raya Harus Mampu Dorong Ekosistem Kebudayaan yang Lebih Inklusif

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 08:08 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Dana Indonesia Raya Harus Mampu Dorong Ekosistem Kebudayaan yang Lebih Inklusif Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Transformasi Dana Indonesiana menjadi Dana IndonesiaRaya merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.

"Apresiasi atas hadirnya Program Dana Indonesia Raya. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga membangun tata kelola yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di sektor kebudayaan nasional," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4). 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Kamis (2/4), meluncurkan program Dana IndonesiaRaya sebagai transformasi dari Dana Indonesiana di Gedung A Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta. 

Program ini menghadirkan skema pendanaan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan. 

Data Kementerian Kebudayaan mencatat jumlah penerima manfaat program tersebut melonjak dari 346 orang pada 2024 menjadi 2.117 orang pada 2025 dari sekitar 7.000 proposal. Pada tahun ini, hingga 31 Maret 2026, total penerima mencapai 3.036 orang dengan penyaluran Rp594 miliar.

Menurut Lestari, lonjakan penerima manfaat dari 346 menjadi lebih dari 2.000 orang dalam setahun membuktikan bahwa kebutuhan pelaku budaya sangat besar. 

Rerie, sapaan akrab Lestari, mencatat bahwa total penyaluran tahun ini yang mencapai Rp594 miliar hingga Maret 2026 dan besarnya Dana Abadi Kebudayaan yang kini Rp6 triliun adalah modal kuat dalam pengembangan kebudayaan nasional. 

Namun, Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, berpendapat sejumlah langkah penguatan sosialisasi terkait program ini harus dilakukan, agar mampu menjangkau seluruh pegiat budaya di tanah air. 

"Sosialisasi harus masif dan menyentuh komunitas akar rumput. Jangan sampai program sebaik ini hanya diketahui oleh segelintir orang. Kementerian Kebudayaan perlu menggandeng mitra strategis seperti Balai Pelestarian Kebudayaan dan pemerintah daerah," ujar Rerie. 

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengajak para pegiat budaya, seniman, pelaku industri kreatif berbasis budaya, serta komunitas adat untuk segera memanfaatkan peluang ini. 

"Manfaatkan program ini untuk menghidupkan kebudayaan di daerah masing-masing. Inilah saatnya kita bergotong royong memajukan kebudayaan Indonesia," pungkas Rerie.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.