Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kopi Temanggung Lagi Ngenes, Hasil Panen Diperkirakan Turun

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kopi Temanggung Lagi Ngenes, Hasil Panen Diperkirakan Turun Doc: ANTARA/ Anis Efizudin
Ket. Pekerja menunjukkan biji kopi sebelum disortir di gudang CV Kwadungan Java Coffee kawasan Lereng Gunung Sindoro Desa Kwadungan, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (14/10/2025).

TEMANGGUNG – Hasil panen kopi lagi kurang bersahabat, dan biang utamanya ya cuaca yang makin susah ditebak. Hujan yang datang di waktu yang “nggak pas” bikin proses pembungaan sampai pematangan buah jadi terganggu. Alhasil, produksi turun dan kualitas biji kopi pun ikut kena imbasnya.

Kondisi ini nunjukin kalau sektor perkebunan memang sangat bergantung pada alam. Saat cuaca lagi nggak sejalan, petani harus ekstra sabar dan pintar beradaptasi—mulai dari pengaturan pola tanam sampai perawatan yang lebih intens. Kalau nggak, hasil panen bisa terus naik-turun, dan itu jelas berpengaruh ke pasokan sampai harga di pasar.

Hasil panenan kopi di Kabupaten Temanggung tahun ini diperkirakan turun sekitar 15-20 persen dari tahun lalu karena kondisi cuaca yang tidak menentu atau kemarau basah tahun lalu berpengaruh terhadap hasil panen tahun ini.

"Kami melihat pembungaan tanaman kopi tahun lalu memang terpengaruh cuaca kemarau basah, sehingga mengakibatkan gangguan pada formasi bunga kopi," kata Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Sumarno di Temanggung, Rabu (8/4).

Ia menyampaikan, hal ini menyebabkan sebagian bunga kopi rontok dan pihaknya memprediksi penurunan hasil panen sekitar 15-20 persen dibandingkan tahun lalu.

Sumber utama kopi yang ditanam di wilayah Temanggung berupa varietas arabika dipanen sekitar bulan Mei-Juni, kemudian robusta panen pada bulan Mei-Juni. Para petani mengakui kondisi cuaca yang tidak menentu tahun lalu berpengaruh hasil panen tahun ini.

Ia menuturkan, tahun lalu hasil panen kopi di Kabupaten Temanggung tercatat mencapai sekitar 9.000 ton. Namun, dengan pengaruh kondisi iklim yang tidak menentu tersebut, para petani memperkirakan panen kopi tahun ini akan mengalami penurunan produksi.

"Meskipun demikian, mereka tetap optimis pasokan kopi dari Temanggung masih akan mencukupi kebutuhan pasar lokal, baik untuk pedagang maupun perusahaan-perusahaan pengolah kopi," katanya.

Ia menyebutkan, Temanggung yang terkenal dengan kualitas kopi robusta dan arabika, memiliki pembeli-pembeli lokal yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Candiroto, Ngadirejo, dan Kandangan. Selain itu, ada pula pembeli-pembeli dari perusahaan-perusahaan besar.

Meskipun menghadapi tantangan akibat fluktuasi cuaca, katanya, para petani kopi Temanggung tetap berharap dapat menghasilkan panen terbaik dan memenuhi permintaan pasar.

Seiring berjalannya waktu, mereka optimis produksi kopi Temanggung akan kembali pulih dan berkembang dengan dukungan berbagai program pemerintah dan kerja sama dengan pihak swasta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.