Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merajut Harapan dengan Sasirangan, Kisah Humanis Persit yang Menjaga Warisan dan Menguatkan Kemandirian

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 22:34 WIB | Oleh:
Merajut Harapan dengan Sasirangan, Kisah Humanis Persit yang Menjaga Warisan dan Menguatkan Kemandirian Doc: Pen Pusziad
Ket. Melalui sasirangan, Persit berperan aktif dalam pelestarian budaya sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Di balik kehidupan prajurit TNI Angkatan Darat, terdapat sosok-sosok perempuan tangguh yang mendampingi dengan setia sekaligus terus bertumbuh dalam peran sosial dan ekonomi. Mereka adalah anggota Persit Kartika Chandra Kirana, organisasi yang tidak hanya menjadi ruang kebersamaan, tetapi juga wadah berkembangnya kreativitas, kemandirian, dan semangat pemberdayaan.

Salah satu kisah yang mencerminkan semangat tersebut hadir dari Kalimantan Selatan. Ny. Eka Agustina Pratiwi, S.E., istri dari Kolonel Czi Burhannudin, S.E., M.Si., menapaki jejak budaya yang telah hidup di keluarganya sejak lama. Ia merupakan putri pertama dari pasangan H. Hasan Hairul dan Hj. Evawani Rosita, yang telah menekuni kerajinan kain Sasirangan sejak 1984. Dari lingkungan keluarga itulah kecintaan terhadap Sasirangan tumbuh, lalu berkembang menjadi karya, identitas, dan sumber penghidupan.

Ketertarikan Ny. Eka terhadap Sasirangan tidak sekadar lahir karena kedekatan keluarga dengan kerajinan tersebut. Ia juga terpikat oleh keindahan kain khas Banjar itu, terutama karena setiap motif mengandung makna dan nilai budaya. Bagi dirinya, Sasirangan bukan hanya tekstil tradisional, melainkan warisan yang memuat cerita, filosofi, dan kebanggaan daerah.

Dalam proses pembuatannya, Sasirangan menuntut ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Setiap helai kain dijahit dengan teknik jelujur untuk membentuk motif, kemudian melalui proses pewarnaan, termasuk dengan bahan alami, yang menghadirkan corak memikat dan khas. Dari proses yang cermat itulah lahir kain-kain bernilai seni tinggi, yang kemudian dikembangkan menjadi beragam produk seperti pakaian pria dan wanita, tas, hingga aksesori. Sasirangan, dengan demikian, tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Semangat berkarya itu mendapat penguatan dari lingkungan organisasi. Dukungan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Uli Simanjuntak, melalui program Persit Bisa menjadi energi penting bagi tumbuhnya pemberdayaan anggota melalui UMKM dan kerajinan lokal. Di tingkat Koorcab Pusziad PG Mabesad, dukungan juga diberikan oleh Pembina Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Pusziad PG Mabesad Mayor Jenderal TNI Budi Hariswanto, S.Sos., M.A.P., serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Pusziad PG Mabesad Ny. Prima Budi Hariswanto. Dukungan tersebut menjadi penguat bagi berkembangnya UMKM Sasirangan Kayuh Baimbai yang dikelola Ny. Eka Burhannudin.

20260407223729_WhatsApp-Image-2026-04-07-at-19.35.30.jpeg

Kehadiran Sasirangan Kayuh Baimbai dalam ajang Persit Bisa II menjadi bukti bahwa karya tradisional dapat tampil di ruang yang lebih luas, menjangkau lebih banyak orang, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Selatan. Kehadiran booth tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga sarana memperlihatkan bahwa kreativitas anggota Persit dapat bertumbuh menjadi kekuatan ekonomi keluarga tanpa melepaskan akar tradisi.

Kisah Ny. Eka menjadi gambaran humanis tentang bagaimana pemberdayaan perempuan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Dari keterampilan yang diwariskan keluarga, lahir kreativitas. Dari kreativitas, tumbuh kemandirian. Dan dari dukungan organisasi, tumbuh keberanian untuk melangkah lebih jauh. Dalam konteks itulah Persit menunjukkan perannya, bukan semata sebagai pendamping, melainkan juga sebagai penggerak perubahan yang memberi nilai tambah bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Pada akhirnya, Sasirangan bukan sekadar kain. Ia adalah warisan budaya, sumber inspirasi, sekaligus harapan yang dirajut dengan tangan-tangan telaten. Melalui karya seperti yang dilakukan Ny. Eka Burhannudin, tradisi tidak berhenti sebagai kenangan masa lalu, melainkan terus hidup, berkembang, dan memberi makna bagi masa kini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Pintu Uni Eropa Terbuka Leb...
Nasional
Menuju Tol Tanpa Gerbang, P...

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

56 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Presiden Serbia Aleksandar ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.