inDrive Naik Peringkat! Kini Jadi Aplikasi Travel Paling Banyak Diunduh ke-4 di Dunia
Selasa, 07 Apr 2026, 23:05 WIBJAKARTA - Pertumbuhan industri transportasi digital yang kian agresif membuat persaingan aplikasi ride-hailing semakin sengit di pasar global. Di tengah kompetisi tersebut, inDrive mampu mempertahankan posisinya sebagai aplikasi dengan unduhan terbanyak kedua di dunia selama empat tahun berturut-turut menurut laporan Sensor Tower.
Capaian ini diperkuat dengan lonjakan pengguna di Indonesia yang tumbuh dua digit pada 2026 dibandingkan 2025. Tren ini menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang transparan sekaligus memberi kebebasan dalam menentukan tarif perjalanan.
Tak hanya itu, inDrive juga mencatat peningkatan peringkat dalam kategori aplikasi travel secara global. Dari posisi kelima pada tahun sebelumnya, platform ini kini naik ke peringkat keempat sebagai salah satu aplikasi paling banyak diunduh di dunia.
Peningkatan tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna yang terus menguat di berbagai negara. Pasar berkembang seperti Indonesia menjadi salah satu motor pertumbuhan, seiring meningkatnya permintaan terhadap layanan mobilitas yang fleksibel dan efisien.
Sejak diluncurkan, inDrive telah mencatat lebih dari 400 juta unduhan secara global. Layanannya kini menjangkau lebih dari 1.000 kota di 48 negara, memperluas akses pengguna terhadap sistem transportasi berbasis digital.
Model negosiasi harga langsung antara penumpang dan pengemudi menjadi keunggulan utama yang ditawarkan. Skema ini dinilai menghadirkan transparansi serta fleksibilitas yang memberi keuntungan bagi kedua belah pihak dalam menentukan tarif perjalanan.
"Pencapaian ini menjadi bukti kepercayaan pengguna terhadap inDrive, termasuk di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang adil dan transparan, sekaligus memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi pengguna dan mitra pengemudi, sesuai dengan kebutuhan pasar lokal," kata Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo.
Sepanjang 2025, inDrive juga terus memperluas ekosistem layanannya ke berbagai sektor pendukung. Mulai dari transportasi antar kota, layanan kurir, pengiriman bahan pokok, hingga layanan keuangan menjadi bagian dari langkah transformasi menuju super app.
Transformasi tersebut diperkuat dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan analitik lanjutan. Teknologi ini membantu meningkatkan pengalaman pengguna melalui estimasi perjalanan yang lebih akurat serta layanan yang semakin personal.
Laporan Sensor Tower menunjukkan tren super app kini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri ride-hailing global. Strategi ini sejalan dengan langkah inDrive yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pengguna sekaligus menghadirkan nilai tambah dalam satu platform.
Di Indonesia, inDrive terus memperkuat posisinya melalui berbagai inovasi layanan. Perusahaan juga berupaya menjaga keseimbangan antara kepuasan pengguna dan kesejahteraan mitra pengemudi sebagai bagian dari ekosistem yang berkelanjutan.
- Ojek Online
- Ojol
- transportasi online
- inDrive
- Teknologi AI
- Ride Hailing
- Super App
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Industri Perfilman Tercekik Beban Pajak Ganda, Komisi VII Cari Solusi
-
Riset Global: Kredibilitas Jadi Tantangan Utama Merek di Era Jawaban AI
-
Dampak Ekonomi Ojol Nyata, Sumbang Rp565 Triliun untuk RI
-
Harga Cabai Rawit Rp75.650/Kg, Telur Ayam Rp30.400/Kg
-
Empat Orang Tewas dalam Peristiwa Penembakan di Filipina
-
Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
-
Pemkot Bekasi Lanjutkan Proyek Pedestrian di Jalan Sudirman yang Sempat Mandek
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.