Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen LH Ajak Warga Cegah Banjir di Jabodetabek lewat Pemasangan Biopori

📅 Senin, 06 Apr 2026, 16:52 WIB | Oleh:
Wamen LH Ajak Warga Cegah Banjir di Jabodetabek lewat Pemasangan Biopori Doc: Kementerian Lingkungan Hidup
Ket. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono

JAKARTA - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH), Diaz Hendropriyono, mengajak masyarakat berperan aktif mencegah banjir di Jabodetabek melalui pemasangan biopori. Ajakan tersebut ia katakan saat penyaluran bantuan pipa biopori di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Menurut dia, hal ini dilakukan dalam upaya pencegahan banjir di Jabodetabek. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Air Sedunia yang mengusung tema Water and Gender.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan unit biopori dan alat pembuat lubang biopori untuk 10 desa. Masing-masing sebanyak 50 unit, sebagai upaya mencegah banjir,” ujar Diaz dalam keterangannya, Senin (6/4).

Ia menjelaskan, pemasangan biopori di wilayah tersebut sangat penting. Mengingat Kecamatan Cisarua merupakan bagian dari kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang harus dijaga keseimbangan airnya.

Diaz mendorong masyarakat untuk memasang biopori di lingkungan rumah masing-masing. Ia juga mengajak masyarakat untuk menanam pohon guna menjaga daya resap air.

“Air bisa langsung meresap ke tanah, sehingga keseimbangan air terjaga dan risiko banjir berkurang. Sebaiknya setiap rumah juga menanam satu pohon,” ucap dia.

Diaz menambahkan, menjaga keseimbangan air menjadi hal penting mengingat ketersediaan air bersih yang terbatas. Dari total air di bumi, hanya sebagian kecil yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

“Sekitar 71 persen permukaan bumi adalah air, namun yang bisa digunakan hanya sekitar dua persen. Dan sebagian besar berada di wilayah kutub,” kata dia.

Lebih lanjut, Diaz menekankan, kelebihan air juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti banjir. Oleh karena itu, keseimbangan antara air yang masuk dan keluar harus dijaga.

“Jangan sampai kita kekurangan air, tetapi juga jangan sampai kelebihan air. Jika berlebih, akan menimbulkan banjir, di sinilah pentingnya biopori. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Daerah
Tumpukan Sampah di Gowa Mak...
Olahraga
Indonesia Lolos ke Semifina...
Ekonomi
Bea Cukai Sita Barang Impor...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.