- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Klaim Rekor Sejarah:...
Trump Klaim Rekor Sejarah: Dua Pilot AS Selamat Secara Terpisah dari Wilayah Iran
Minggu, 05 Apr 2026, 14:20 WIBJAKARTA - Presiden Donald Trump mengklaim militer Amerika Serikat berhasil mengevakuasi seorang perwira berpangkat kolonel dari wilayah musuh di Iran. Operasi tersebut disebut sebagai salah satu misi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah militer AS.
Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menyebut perwira itu sempat terjebak di kawasan pegunungan Iran. Ia juga dikejar pasukan lawan sebelum akhirnya berhasil diselamatkan melalui operasi besar-besaran.
Trump mengungkapkan bahwa misi tersebut melibatkan puluhan pesawat tempur dengan persenjataan canggih. Meski mengalami cedera, perwira yang diselamatkan disebut berada dalam kondisi yang akan pulih.
"Atas arahan saya, militer AS mengirim puluhan pesawat dengan senjata paling mematikan untuk menjemputnya," ujarnya.
Ia juga menyebut operasi ini dilakukan setelah penyelamatan terpisah terhadap pilot AS lainnya beberapa hari sebelumnya. Informasi tersebut sengaja dirahasiakan demi menjaga kelancaran misi lanjutan.
"Ini pertama kalinya dalam sejarah militer dua pilot AS diselamatkan secara terpisah jauh di wilayah musuh," lanjutnya.
Trump menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dari pihak Amerika dalam operasi tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bukti keunggulan militer AS, khususnya dalam penguasaan udara.
Namun, laporan media memberikan gambaran yang lebih kompleks terkait operasi tersebut. Fox News melaporkan bahwa beberapa personel militer AS mengalami luka-luka, meski seluruhnya berhasil selamat.
Sementara itu, The New York Times menyebut adanya serangan terhadap konvoi Iran untuk mengamankan lokasi penyelamatan. Disebutkan pula bahwa sempat terjadi kontak senjata di darat selama proses evakuasi berlangsung.
Laporan lain dari The Wall Street Journal mengungkap dua pesawat khusus jenis MC-130J hancur di darat. Pesawat tersebut sengaja diledakkan untuk mencegah jatuh ke tangan musuh setelah mengalami kerusakan.
Operasi ini disebut melibatkan ratusan pasukan khusus serta dukungan teknologi canggih. Mulai dari helikopter, jet tempur, hingga kemampuan intelijen siber dan antariksa digunakan dalam misi tersebut.
Meski terdapat perbedaan detail dalam berbagai laporan, operasi ini tetap dianggap sebagai salah satu misi militer paling kompleks dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah AS menyebutnya sebagai momen yang membanggakan bagi negara.
- Donald Trump
- Pesawat Tempur
- pilot
- Pesawat Militer Amerika Serikat
- Konflik AS-Iran
- perang as iran
- operasi militer as
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Marshall Emberton III Hadir dalam Warna Vivid Brown, Bawa Suara 360° dan Baterai hingga 32 Jam
-
Trump Umumkan Kesepakatan dengan Greenland, AS Dapat Hak Permanen Atas Keamanan Pulau
-
DPR AS Tolak Resolusi Pemakzulan Terhadap Presiden Trump
-
Luar Biasa, Tundukkan Pegula, Sabalenka 4 Kali Berturut-turut Capai Final US Open
-
Evakuasi Mencekam 69 Korban KM Virgo Transport 8, Pelindo Trisakti Disiagakan Tanggap Darurat
-
Trump Minta Eropa Lepaskan Cadangan Solar untuk Atasi Kelangkaan
-
Senat AS Tolak Resolusi untuk Akhiri Perang di Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.