Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendaki Rinjani Musim Sekarang Mesti Waspada. Korban Pendaki WNA Diselamatkan

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 11:32 WIB | Oleh:
Pendaki Rinjani Musim Sekarang Mesti Waspada. Korban Pendaki WNA Diselamatkan Doc: ist
Ket. pendaki mesti waspada

JAKARTA – Musim penghujan seperti sekarang para pendaki gunung mesti berhati-hati. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyatakan korban kecelakaan di kawasan jalur pendakian Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah dievakuasi.

"Dengan semangat gotong royong, korban berhasil dibawa ke shelter darurat di Pelawangan Sembalun untuk penanganan awal," kata Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNGR NTB Budi Soesmardi di Mataram, Minggu.

Ia mengatakan peristiwa kecelakaan yang dialami oleh salah satu pengunjung wanita yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Belgia JMVA (25 ) di jalur turun menuju Danau Segara Anak, jalur pendakian Sembalun pada Sabtu (4/4).

"Korban mengalami cedera pada pergelangan kaki yang mengakibatkan kesulitan berjalan," katanya.

Ia mengatakan begitu informasi diterima, tim segera bergerak cepat dan melakukan koordinasi dengan tim evakuasi, guide bersama porter di lapangan untuk memastikan korban mendapatkan penanganan terbaik.

Perjuangan belum berhenti di sana, tim evakuasi terus bergerak menembus jalur hingga akhirnya korban berhasil dievakuasi menuju Puskesmas Sembalun, dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit di Mataram untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

"Korban telah diberikan pertolongan medis," katanya.

Pihaknya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang terlibat, di antaranya petugas TNGR, Asuransi Kita Bisa (EMHC), guide, dan porter atas dedikasi serta respons cepatnya.

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua selalu utamakan keselamatan, persiapkan fisik dan perlengkapan dengan matang," katanya.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bijak dan saling peduli saat menikmati keindahan alam.

"Mari tetap menjaga ekosistem kawasan Gunung Rinjani," katanya.

Sebelumnya, Balai TNGR menyatakan jalur pendakian di Gunung Rinjani resmi dibuka sejak 1 April setelah sebelumnya ditutup pada hujan pada Januari -Maret 2026.

Penutupan sementara tersebut bertujuan guna menjaga ekosistem kawasan Gunung Rinjani dan peningkatan fasilitas pendukung untuk peningkatan keselamatan pendakian di kawasan Gunung Rinjani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.