Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Kabupaten Demak: Seluas 671 Hektare Sawah Terdampak Banjir

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Kabupaten Demak: Seluas 671 Hektare Sawah Terdampak Banjir Doc: ANTARA
Ket. Areal sawah di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terdampak banjir hingga tidak terlihat batang tanamannya akibat genangan banjir.

DEMAK – Seluas 671 hektare areal sawah yang tersebar di sembilan desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terdampak banjir karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan limpasan air sungai dan tanggul jebol di sejumlah lokasi.   

"Ketinggian genangan banjir di areal persawahan bervariasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, di Demak, Minggu (05/4).

Selain terdampak pada areal persawahan, genangan banjir juga berdampak terhadap 2.116 rumah warga, 29 tempat ibadah, serta 18 sekolah.

Akibat peristiwa tersebut, warga yang mengungsi juga cukup banyak karena data per Sabtu (4/4) tercatat 2.839 jiwa. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan mengungkapkan lahan tanaman padi yang terendam banjir memang tersebar di sejumlah desa yang terdampak banjir.  

Akan tetapi, kata dia, paling parah terjadi di Desa Trimulyo dan Sidoharjo dengan luas lahan di kedua desa mencapai 660 hektare.

Untuk usia tanaman padi yang tergenang,  berkisar 30 hari sehingga kalaupun puso kerugian petani tidak begitu besar karena belum ditanam.  

"Nantinya, ketika ada yang mengalami puso tetap akan kami data untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari pusat," ujarnya.

Lahan tanaman padi yang puso akibat banjir sebelumnya, kata dia, juga diusulkan mendapatkan bantuan, sehingga petani mendapatkan bantuan benih padi untuk ditanam kembali di lahan sawahnya.

Tanggul jebol dan terjadi limpasan air Sungai Tuntang pada Jumat (3/4) pagi, sehingga mengakibatkan rumah warga, tempat ibadah, dan sekolah tergenang banjir. Termasuk areal sawah petani. 

Lokasi tanggul jebol, yakni di Desa Trimulyo ada tiga lokasi dengan panjang 30 meter dan 10 meteran, sedangkan di Desa Sidoharjo ada tiga lokasi dengan panjang 15 meteran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Produksi ikan kering di Maumere turun

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ikan kering di Mau...

Pameran benda seni jaranan di Trenggalek

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pameran benda seni jaranan ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.