Terancam Punah, Taman Safari Indonesia dan Kebun Binatang Jepang Bekerja Sama Kembangbiakkan Orangutan
Sabtu, 04 Apr 2026, 15:10 WIBMATSUYAMA - Sebuah kebun binatang di Jepang barat bermaksud mengembangbiakkan orangutan, satwa yang terancam punah, dengan memasangkan orangutan jantan di kebun binatang tersebut dengan orangutan betina dari kebun binatang di Indonesia berdasarkan perjanjian konservasi satwa liar yang langka.
Hayato, seekor orangutan Borneo jantan berusia 15 tahun di Kebun Binatang Tobe, Prefektur Ehime, telah mencapai usia kawin, tetapi kebun binatang tersebut kesulitan menemukan pasangan karena spesies ini terbatas di Jepang dan terdaftar sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam.
Titik balik terjadi pada tahun 2018, ketika Taman Safari Indonesia mengusulkan peluncuran proyek konservasi orangutan bersama dengan kebun binatang yang dikelola prefektur tersebut, sebuah fasilitas yang sebelumnya telah berhasil mengembangbiakkan orangutan Sumatera.
Prefektur Ehime dan Indonesia menandatangani perjanjian konservasi satwa liar pada tahun 2024, diikuti oleh perjanjian pinjaman pengembangbiakan antara kedua kebun binatang pada April 2025.
Kebun binatang Tobe menyambut seekor orangutan Borneo betina bernama Jennifer pada Desember 2025, sehingga jumlah orangutan di kebun binatang tersebut menjadi tiga, termasuk seekor orangutan Sumatera.
Orangutan betina berusia 15 tahun itu telah dipamerkan kepada publik sejak Maret dan sudah menarik banyak pengunjung. Orangutan Borneo memasuki usia berkembang biak antara 12 dan 15 tahun.
"Dia cerdas, lembut, dan suka makan, terutama jeruk dari Prefektur Ehime," kata pengasuhnya, Eriko Inoue.
"Kami berharap perjodohan ini berhasil," katanya. Ia berharap pengunjung akan mempelajari tentang situasi yang dihadapi orangutan liar melalui Jennifer.
- Hello Kitty
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.