Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Melemah di Tengah Sikap Wait and See terhadap Pidato Trump Soal Konflik AS-Iran

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 11:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melemah di Tengah Sikap Wait and See terhadap Pidato Trump Soal Konflik AS-Iran Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/4) pagi bergerak melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap pidato nasional Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (02/04) waktu AS, terkait perkembangan konflik antara AS dengan Iran.

IHSG dibuka melemah 31,33 poin atau 0,44 persen ke posisi 7.153,11. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,32 poin atau 0,18 persen ke posisi 725,47.

“Fokus pasar kini tertuju pada pidato resmi Trump yang berpotensi menjadi katalis arah pasar berikutnya,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, ​​​​​​Liza mengatakan sentimen global bergeser dari fase eskalasi menuju de-eskalasi, dengan AS menyatakan tujuan utama terhadap Iran telah tercapai dan membuka kemungkinan exit dalam 2-3 minggu tanpa perlu kesepakatan formal.

Di sisi lain, terdapat laporan yang menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri konflik, dengan sejumlah syarat seperti pengakuan hak Iran, pembayaran kompensasi, serta jaminan internasional terhadap agresi di masa depan.

Namun demikian, ketidakpastian masih tinggi karena arah kebijakan AS masih inkonsisten, terutama terkait status Selat Hormuz, opsi militer lanjutan, hingga kemungkinan keterlibatan sekutu.

Adapun, harga minyak mentah saat ini masih berada di atas level 100 dolar AS per barel di tengah optimisme de-eskalasi.

Selat Hormuz yang menyuplai sekitar 20 persen minyak global masih tertutup dan lalu lintas tanker sangat terbatas.

Dari data ekonomi dalam negeri, neraca perdagangan Indonesia Februari 2026 mencatatkan surplus 1,28 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan ekspor melambat ke 1,01 persen (yoy) dan impor masih tumbuh tinggi 10,85 persen (yoy), mencerminkan permintaan domestik yang tetap solid meski momentum eksternal melemah.

Sementara itu, inflasi Maret 2026 turun signifikan dengan di level 3,48 persen (yoy) dan 0,41 persen (mtm), keduanya di bawah ekspektasi, serta inflasi inti melandai ke 2,52 persen (yoy).

Penurunan inflasi terutama didorong normalisasi harga pangan, pakaian, serta base effect pada perumahan dan utilitas, meskipun terdapat kenaikan terbatas pada transportasi dan sektor jasa.

Pada perdagangan Rabu (01/04) kemarin, bursa saham Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 3,05 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,85 persen, indeks DAX Jerman menguat 2,73 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 2,10 persen.

Bursa AS Wall Street juga kompak menguat pada perdagangan Rabu (01/04), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,5 persen ke 46.565,86, indeks S&P 500 menguat 0,7 persen ke 6.573,89, dan indeks Nasdaq Composite menguat 1,2 persen ke 21.840,95

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 991,68 poin atau 1,85 persen ke 52.748,00, indeks Shanghai melemah 9,61 poin atau 0,24 persen ke 3.938,94, indeks Hang Seng melemah 257,53 poin atau 1,01 persen ke 25.036,50, dan indeks Strait Times melemah 14,32 poin atau 0,29 persen ke 4.961,51.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.