Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

HIPMI Dorong WFH Lebih Adaptif

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh:
HIPMI Dorong WFH Lebih Adaptif Doc: antara
Ket. Bagi perusahaan yang bergerak di sektor jasa, konsultansi, teknologi, keuangan, kreatif, dan administrasi, kebijakan WFH satu hari justru bisa meningkatkan efisiensi biaya transportasi, listrik kantor, konsumsi operasional, hingga produktivitas karyawan jika didukung sistem digital yang baik.

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) menjadi langkah adaptif pemerintah dalam menghadapi tekanan harga energi global. 

Menurut Sekretaris Jenderal BPP HIPMI sekaligus Ketua Umum ASPEBINDO Anggawira, kebijakan itu menjadi keputusan yang tepat asalkan pemerintah bisa memastikan kebijakan WFH tidak menurunkan kualitas layanan publik, perizinan, dan pelayanan usaha yang selama ini masih sangat dibutuhkan pelaku usaha. 

“Dari perspektif HIPMI, kebijakan WFH satu hari untuk ASN setiap Jumat dapat dipahami sebagai langkah adaptif pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global, terutama tekanan harga energi, biaya transportasi, dan upaya efisiensi,” kata Anggawira di Jakarta, Rabu (1/4). 

Kebijakan WFH, menurut dia, cukup positif karena dapat mengurangi mobilitas, kemacetan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM), serta biaya operasional perusahaan.

Sedangkan untuk imbauan bagi swasta, menurut Anggawira, transformasi gaya kerja baru tersebut perlu memandang sektor usaha masing-masing perusahaan.

Bagi perusahaan yang bergerak di sektor jasa, konsultansi, teknologi, keuangan, kreatif, dan administrasi, kebijakan WFH satu hari justru bisa meningkatkan efisiensi biaya transportasi, listrik kantor, konsumsi operasional, hingga produktivitas karyawan jika didukung sistem digital yang baik.

Namun bagi sektor manufaktur, logistik, transportasi, perdagangan, energi, makanan-minuman, ritel, dan industri padat karya, Anggawira menilai WFH tidak bisa diterapkan secara penuh karena kegiatan operasional harus tetap berjalan di lapangan.   

“Karena itu, HIPMI melihat pendekatan terbaik adalah fleksibilitas, bukan kewajiban seragam untuk semua sektor. Pemerintah perlu memberikan ruang kepada dunia usaha untuk menyesuaikan pola kerja berdasarkan karakter industri masing-masing,” katanya menjelaskan.

Pemerintah resmi menerapkan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat, dan mulai berlaku mulai 1 April 2026. 

Selain ASN, pemerintah juga memberikan imbauan WFH bagi sektor swasta. Pengaturannya akan dituangkan melalui SE Menteri Ketenagakerjaan dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor usaha. 

Sementara itu, di bidang pendidikan, kegiatan belajar-mengajar untuk jenjang dasar hingga menengah tetap dilakukan secara tatap muka lima hari dalam seminggu tanpa pembatasan kegiatan. Kemudian untuk jenjang pendidikan tinggi, khususnya semester empat ke atas, pelaksanaannya bakal menyesuaikan kebijakan kementerian terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.