Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Ceritanya, di Lingkungan Polda Metro Jaya, Seseorang Dikeroyok

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 06:54 WIB | Oleh:
Bagaimana Ceritanya, di Lingkungan Polda Metro Jaya, Seseorang Dikeroyok Doc: ist
Ket. kasus pengeroyokan

JAKARTA – Sangat disayangkan ada seseorang dikeroyok di lingkungan Polda Metro Jaya. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengecam keras pengeroyokan terhadap salah seorang warga Kota Langsa, Aceh yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya pada hari Kamis (26/3) pekan lalu.

Berada di lingkungan polisi mestinya aman. Maka kejadian ini sungguh aneh. "Atas nama Gubernur Aceh dan seluruh rakyat Aceh, saya mengecam keras aksi pengeroyokan ini,” kata Mualem dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Mualem usai mengunjungi korban bernama Faisal Amsco yang sedang menjalani pemulihan di kediamannya, di Jakarta Selatan, Senin malam (30/3).

Sebelumnya, insiden pengeroyokan terhadap Faisal terjadi pada hari Kamis, (26/3) di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya. Korban saat itu tengah menghadiri agenda konfrontasi bersama kuasa hukumnya. 

Mualem mengaku kecewa, karena insiden tersebut terjadi di dalam kantor kepolisian yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat.

Ia menilai, pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh preman bayaran itu sangat mencederai rasa keadilan, terlebih insidennya berlangsung di institusi penegak hukum.

“Kantor polisi ini merupakan tempat orang mendapat perlindungan, tapi kenapa bisa terjadi hal seperti ini kalau bukan karena dibiarkan,” ujarnya.

Dirinya meminta Kapolri memberikan perhatian khusus terhadap perkara tersebut, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, siapapun yang terlibat, termasuk aktor intelektual maupun oknum aparat jika terbukti.

“Kami mengharapkan kepada Kapolri untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Menindak tegas para pelaku dan tokoh intelektual serta oknum aparat yang turut terlibat,” katanya.

Selain itu, Mualem juga mengingatkan bahwa penanganan kasus yang tidak serius berpotensi menurunkan kepercayaan publik, khususnya masyarakat Aceh terhadap institusi kepolisian.

Selain itu, ia juga meminta agar korban mendapatkan perlindungan maksimal serta menjamin keamanan para saksi selama proses hukum berlangsung.

“Kami juga meminta agar tokoh-tokoh Aceh yang ada di Jakarta untuk mengawal kasus ini. Kejadian seperti ini akan menimbulkan ketakutan bagi warga Aceh di perantauan apabila tidak dituntaskan,” demikian Mualem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.